Abstrak
ANALISIS MARSHALL DAN LIFE CYCLE ASSESSMENT PADA AC-WC DENGAN ASPAL PEN. 60/70 DIMODIFIKASI DENGAN CPO.
Oleh :
Esthu Haryo Angandarto - I0122061 - Fak. Teknik
Keterbatasan campuran AC-WC dalam menerima peningkatan beban lalu lintas
mengakibatkan lapisan tersebut rentan mengalami kerusakan, sehingga diperlukan
modifikasi campuran untuk meningkatkan kinerjanya. Salah satunya adalah
memodifikasi aspal dengan bahan modifikasi terbarukan. CPO merupakan bahan
modifikasi terbarukan yang berpotensi besar karena ketersediaannya yang
melimpah. Penelitian A M Al-Sabaeei (2020) melaporkan penambahan kadar CPO
5% mampu meningkatkan ketahanan deformasi aspal modifikasi. Penggunaan CPO
diharapkan mampu mengurangi jejak karbon pada aspal minyak untuk mendukung
penggunaan material yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis
kinerja, konsumsi energi, dan emisi gas karbon pada campuran AC-WC dengan
penambahan kadar CPO 0%, 2%, 4%, dan 6%. Pengujian Marshall digunakan
untuk menguji kinerja campuran dan metode Life Cycle Assessment digunakan
untuk analisis konsumsi energi dan emisi karbon, dengan batas cradle to laboratory
gate.
Penelitian dimulai dengan pembuatan job mix formula benda uji. Setelah itu,
dilanjutkan perancangan aspal modifikasi dengan kadar 2%, 4%, dan 6% terhadap
berat aspal. Proses selanjutnya adalah pembuatan benda uji dan dilanjutkan
pengujian Marshall. Selama penelitian, dilakukan analisis Life Cycle Assessment
dengan menghitung kebutuhan material, mengukur jarak distribusi material dan
mengukur waktu penggunaan alat laboratorium. Data tersebut diolah dan
dikonversi ke dalam satuan MJ dan kgCO2 menggunakan faktor energi dan emisi
berdasarkan hasil literatur.
Penambahan CPO dengan kadar 2% pada kadar aspal 5% menghasilkan stabilitas
1304,76 kg dan MQ 442,21 kg/mm. Kondisi tersebut menunjukkan peningkatan
kinerja campuran yang melebihi AC-WC kontrol (CPO 0%), sehingga CPO kadar
2% menjadi campuran AC-WC optimum. Namun, variasi CPO kadar 2%
meningkatkan konsumsi energi sebesar 6,75% dan emisi karbon sebesar 3,89% dari
campuran AC-WC kontrol. Pada kadar aspal 5%, variasi CPO kadar 4% merupakan
variasi alternatif keseimbangan dengan kinerja di bawah variasi CPO 2%, dengan
stabilitas 1182,64 kg dan MQ 383,37 kg/mm, serta peningkatan konsumsi energi
sebesar 5,93% dan emisi karbon sebesar 3,55%, lebih kecil daripada variasi kadar
CPO 2%.