Abstrak
Peran Camera Person Pada Produksi Film Dokumenter
Oleh :
Fatya Hasgi Rahmawati - V1123057 - Sekolah Vokasi
Tradisi Tedhak Siten adalah salah satu warisan budaya Masyarakat Jawa yang dilaksanakan ketika anak memasuki tahap awal perkembangan motorik, yaitu pada usia sekitar tujuh hingga delapan bulan saat mulai belajar berdiri dan berjalan. Momentum tersebut bertepatan dengan salah satu fase penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak, baik dari aspek motorik, kognitif, maupun sosial-emosional. Namun, saat ini Tedhak Siten lebih sering dipandang sebagai tradisi seremonial sehingga makna filosofis serta relevansinya dengan ilmu tumbuh kembang anak belum banyak dipahami oleh masyarakat. Berangkat dari kondisi tersebut, tugas akhir ini bertujuan menghasilkan film dokumenter "Tedhak Psiten" sekaligus mendeskripsikan peran dan tanggung jawab camera person dalam proses penciptaan karya. Melalui pendekatan dokumenter, film ini diharapkan dapat menjadi media edukasi yang memperkenalkan keterkaitan antara nilai-nilai budaya dalam tradisi Tedhak Siten dengan pentingnya fase perkembangan anak usia tujuh hingga delapan bulan. Selain itu, pada proses penciptaan film ini juga menggunakan pendekatan ekspositori, dimana penulis terlibat langsung sebagai camera person dalam tim produksi Hitam Production selama tujuh bulan. Pengumpulan data pada tahap awal dilakukan melalui metode observasi, wawancara dengan 5 narasumber, serta pemanfaatan dokumentasi yang telah tersedia. Pada produksi film dokumenter ini, penulis yang bertugas sebagai camera person memiliki peran untuk mengabadikan seluruh proses produksi serta memberikan viusal terbaik agar penyampaian pesan dan informasi yang disampaikan lebih mudah dipahami oleh para penonton.