Abstrak
Penerapan Budidaya Organik dan Konvensional terhadap Pertumbuhan, Hasil Padi (Oryza Sativa L.), dan Serangan Walang Sangit (Leptocorisa acuta)
Oleh :
Taufik Zakaria Saputra - H0722167 - Fak. Pertanian
Padi (Oryza sativa L.) merupakan komoditas pangan utama yang dibudidayakan di Indonesia. Sistem pertanian konvensional dikatakan tidak berkelanjutan karena dapat dampak negatif yang diberikan. Produktivitas padi di Indonesia yang tergolong rendah dipengaruhi oleh salah satunya adalah permasalahan serangan walang sangit. Penerapan sistem budidaya organik diharapkan menjadi solusi dari produktivitas padi yang rendah dan ledakan hama yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengaruh penerapan budidaya organik dan konvensional terhadap pertumbuhan, hasil padi, dan serangan walang sangit. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2025 – Januari 2026 dengan metode survei yang terdiri atas 2 lahan perlakuan. Perlakuan pertama (P1) adalah lahan padi organik dengan total luas 2.000 m2 terdiri dari 3 petak lahan dan perlakuan kedua (P2) adalah lahan padi konvensional dengan total luas 1.700 m2 terdiri dari 6 petak lahan. Lahan padi budidaya organik menggunakan input berupa pupuk organik padat, pupuk organik cair, dan pestisida nabati, sedangkan lahan padi budidaya konvensional menggunakan input pupuk urea, phonska, dan pestisida kimia. Data dianalisis menggunakan Uji Independent Sample T-Test pada taraf 5 % untuk membandingkan nilai rata-rata. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel pertumbuhan budidaya konvensional lebih mendekati deskripsi varietas Rojolele Srinuk dibandingkan budidaya organik. Kedua budidaya menunjukkan produktivitas yang sama yakni 6,037 ton/ha dan 6 ton/ha, tetapi masih dibawah potensi hasil deskripsi varietas Rojolele Srinuk. Penerapan sistem budidaya tidak memberikan pengaruh dalam populasi walang sangit setiap stadia, namun pada intensitas serangan walang sangit pada budidaya organik memiliki rerata 3,11% sedangkan budidaya konvensional adalah 12,85%. Kata Kunci: Produktivitas, hama, pupuk, pestisida, populasi.