Abstrak


Resistensi Diaspora Arab Yaman dalam Budaya Pernikahan Endogami di Pasar Kliwon Surakarta


Oleh :
Farid Fajar Rosihan - B0522018 - Fak. Ilmu Budaya

Penelitian ini membahas mengenai resistensi budaya dalam praktik pernikahan endogami pada komunitas diaspora Arab Yaman di Surakarta. Praktik pernikahan endogami masih dipertahankan sebagai upaya menjaga nasab, identitas budaya, dan kehormatan keluarga, namun dalam perkembangannya menghadapi berbagai bentuk resistensi akibat perubahan sosial. Penelitian ini terdiri atas dua rumusan masalah, yaitu bagaimana bentuk resistensi terhadap praktik pernikahan endogami pada komunitas diaspora Arab Yaman di Surakarta dan bagaimana dampak resistensi tersebut terhadap dinamika sosial dan budaya komunitas. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis bentuk resistensi terhadap praktik pernikahan endogami serta menjelaskan dampaknya terhadap dinamika sosial dan budaya komunitas diaspora Arab Yaman di Surakarta. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori resistensi James C. Scott. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan studi pustaka. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sumber data penelitian terdiri atas data primer yang diperoleh melalui wawancara dan observasi, serta data sekunder yang diperoleh dari buku dan jurnal ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resistensi terhadap praktik pernikahan endogami terbagi menjadi dua bentuk, yaitu resistensi terbuka (public transcript) dan resistensi tersembunyi (hidden transcript). Resistensi terbuka ditunjukkan melalui keinginan menikah secara eksogami, melangsungkan perkawinan tanpa persetujuan komunitas, dan memanfaatkan wali hakim sebagai alternatif hukum. Sementara itu, resistensi tersembunyi diwujudkan melalui negosiasi dengan keluarga dalam menentukan pasangan hidup. Resistensi tersebut berdampak pada perubahan dinamika sosial dan budaya komunitas, terutama dalam hubungan antargenerasi, peran keluarga, serta cara komunitas mempertahankan tradisi pernikahan endogami di tengah perubahan sosial.