Abstrak


Perancangan Buku Narasi Visual Hubungan Historis antara Ir. Soekarno dengan Kota Blitar Sebagai Media Sejarah


Oleh :
Febrian Satria Wihadi - C0722058 - Fak. Seni Rupa dan Desain

Perkembangan media visual yang pesat mendorong perlunya pendekatan visual yang lebih mendalam dalam penyajian informasi historis, khususnya keterkaitan Kota Blitar dengan Ir. Soekarno melalui empat ruang bersejarah, yaitu Istana Gebang, Museum Bung Karno, Perpustakaan Bung Karno, dan Makam Bung Karno, yang selama ini masih disampaikan secara deskriptif tanpa narasi visual yang menyeluruh. Perancangan ini bertujuan menghasilkan buku narasi visual yang relevan, terstruktur, dan menarik bagi audiens yang memiliki minat terhadap sejarah dan sosok Ir. Soekarno, menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi lapangan, studi pustaka, dokumentasi visual, dan wawancara yang dianalisis melalui model interaktif Miles dan Huberman, serta metode perancangan visual PPE (Planning, Production, Evaluation). Hasilnya berupa buku foto esai berjudul "Napas yang Tertinggal" dengan anak judul "Menyelam dalam Hubungan Historis Ir. Soekarno dengan Kota Blitar", berformat persegi 20x20 cm bersampul hardcover, menyajikan empat bab foto esai dengan pendekatan warna berbeda (nuansa sepia untuk Istana Gebang dan warna asli untuk tiga ruang lainnya) yang dilengkapi media pendukung berupa postcard, pembatas buku, dan poster promosi, serta menunjukkan bahwa narasi visual berbasis fotografi dokumenter mampu menghadirkan pengalaman membaca sejarah yang lebih informatif, naratif, dan reflektif sekaligus menjadi media alternatif untuk memperkenalkan hubungan personal antara tokoh bangsa dan ruang bersejarah kepada generasi muda.