Abstrak


DESAIN INTERIOR MUSEUM RUMAH ARTEFAK DI BLORA DENGAN KONSEP NEO-VERNAKULAR


Oleh :
Ahdiana Nurul Rahmawati - C0822004 - Fak. Seni Rupa dan Desain

Rumah Artefak merupakan sebuah bangunan milik Dinas Kebudayaan Kabupaten Blora yang menampung dan mendata semua benda cagar budaya yang ada di Kawasan Kabupaten Blora. Perancangan Museum Rumah Artefak merupakan upaya revitalisasi dan peningkatan kapasitas Rumah Artefak yang telah berdiri sejak 1 Juni 2019, sekaligus menjadikannya sebagai pusat pelestarian benda cagar budaya lintas peradaban dan pusat edukasi budaya interaktif berbasis pendekatan arsitektur neo-vernakular, untuk mengatasi permasalahan rendahnya minat kunjungan museum dari generasi muda serta belum optimalnya infrastruktur budaya lokal di Kabupaten Blora. Meskipun Blora memiliki kekayaan warisan budaya yang signifikan, mencakup fosil fauna purba, artefak bekal kubur komunitas Kalang, peninggalan era Hindu-Buddha, Islam, hingga kolonial, kesadaran dan minat generasi muda terhadap warisan budaya tersebut masih terbatas. Metodologi desain mengacu pada David K. Ballast (1992) dengan pengumpulan data melalui observasi dan studi literatur. Konsep perancangan mengintegrasikan fungsi konservasi koleksi dari empat era peradaban, penerapan teknologi digital interaktif, dan menggunakan konsep neo-vernakular yang mereinterpretasi elemen arsitektur tradisional Jawa seperti ornamen lokal serta material ke dalam ekspresi bangunan yang kontemporer dan fungsional, selaras dengan konteks budaya masyarakat Blora. Museum dirancang berlokasi strategis dekat alun-alun Kota Blora dengan luas 800–1.200 m², mencakup desain interior bangunan yang memperhatikan sirkulasi pengunjung, pencahayaan, pengelompokan zona koleksi, serta kenyamanan ruang secara keseluruhan. Kebaruan perancangan ini meliputi integrasi holistik antara aspek pelestarian budaya, pengembangan pariwisata berkelanjutan, dan pemberdayaan ekonomi kreatif lokal dalam satu entitas arsitektural, sinergi pendekatan neo-vernakular dengan konteks warisan budaya lokal lintas peradaban, serta penerapan teknologi interaktif untuk menjembatani generasi muda dengan sejarah dan kebudayaan Blora, sehingga diharapkan menjadi model inovatif pengembangan museum budaya lokal yang relevan, adaptif, dan berakar pada kearifan tradisi.