Abstrak
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA PEMBELAJARAN KREATIVITAS, INOVASI, DAN KEWIRAUSAHAAN DI SMK WIKARYA KARANGANYAR
Oleh :
Azizah Tasya Pinky Amartya Rifa'i - K7719016 - Fak. KIP
Keterampilan
berpikir kreatif menjadi kompetensi krusial pada pembelajaran Kreativitas,
Inovasi, dan Kewirausahaan (KIK) karena menuntut siswa menghasilkan gagasan
usaha yang orisinal, bukan sekadar meniru produk yang sudah ada. Observasi awal
pada siswa kelas XI AKL SMK Wikarya Karanganyar menunjukkan 90% siswa berada
pada kategori kurang dan sangat kurang dalam berpikir kreatif, dengan capaian
terendah pada indikator originalitas sebesar 41,7. Penelitian ini merupakan
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan meningkatkan kemampuan berpikir
kreatif siswa pada pembelajaran KIK melalui penerapan model Project Based Learning (PjBL).
Penelitian menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas dengan analisis
kualitatif dan kuantitatif secara deskriptif, melibatkan 24 siswa kelas XI AKL
sebagai subjek dalam dua siklus tindakan. Data dikumpulkan melalui observasi,
tes individu, penilaian keterampilan kelompok, dan dokumentasi. Pada Siklus I,
penerapan PjBL melalui pembuatan poster promosi digital meningkatkan nilai
kelompok hingga rentang 56,3-75, dengan kelompok yang mengembangkan konsep
paling orisinal memperoleh kategori sangat baik. Pada Siklus II, siswa menyusun
proposal dan memproduksi video promosi sehingga keempat indikator berpikir
kreatif yaitu fluency, flexibility, originality, dan elaboration
berkembang secara konsisten dibandingkan kondisi awal. Tindakan dihentikan pada
Siklus II Pertemuan II karena seluruh kelompok telah mencapai kategori cukup
kreatif hingga sangat baik pada keempat indikator tersebut. Hasil ini
membuktikan bahwa PjBL efektif meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa
secara bertahap melalui pengalaman belajar yang kontekstual dan berorientasi
produk nyata. Implikasinya, guru KIK disarankan menerapkan PjBL secara
sistematis dengan mengubah peran menjadi fasilitator agar siswa memiliki ruang
lebih luas untuk berinovasi.