Abstrak


Penerimaan Pelaku Usaha Pariwisata terhadap City Branding "Magetan Ngangeni"


Oleh :
Theresia Gita Ardayanti - D0222127 - Fak. ISIP

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerimaan city branding “Magetan Ngangeni” di kalangan pelaku usaha pariwisata di Kabupaten Magetan. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya city branding sebagai strategi untuk meningkatkan daya saing daerah, khususnya dalam sektor pariwisata. Namun, implementasi branding tersebut belum sepenuhnya dipahami dan diterapkan secara merata oleh para pelaku usaha pariwisata. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada bagaimana pesan city branding diterima, dipahami, dan diinterpretasikan oleh pelaku usaha.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Penelitian ini juga menggunakan Social Judgement Theory dan konsep city branding sebagai kerangka analisis untuk memahami tingkat penerimaan pelaku usaha terhadap pesan branding yang disampaikan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku usaha pariwisata menganggap citra pariwisata sebagai hal penting dalam hidup mereka. Hal ini menyebabkan mereka cenderung menerima city branding “Magetan Ngangeni” karena dinilai sesuai dengan pengalaman mereka sebagai warga Kabupaten Magetan, sehingga termasuk dalam latitude of acceptance (rentang penerimaan). Meskipun demikian, terdapat sejumlah kritik terhadap implementasi yang dinilai belum optimal, yang menunjukkan posisi pada latitude of noncommitment (rentang ketidakberpihakan). Penelitian ini tidak menemukan adanya penolakan terhadap city branding tersebut.Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerimaan pelaku usaha pariwisata terhadap city branding “Magetan Ngangeni” cenderung berada pada rentang ketidakberpihakan dalam kerangka Social Judgement Theory. Hal ini menunjukkan bahwa secara makna city branding telah diterima, namun implementasinya masih perlu dioptimalkan agar dapat terinternalisasi secara lebih luas dan mendalam.