Abstrak


Analisis Efisiensi Biaya Pekerjaan Timbunan Maindam Menggunakan Metode Value Engineering dan LCA (Life Cycle Assesment) (Studi Kasus: Bendungan Bagong)


Oleh :
Nafis Akmal Fauzi - I0122139 - Fak. Teknik

ABSTRAKNafis Akmal Fauzi, 2026. Analisis Efisiensi Biaya Pekerjaan Timbunan Maindam Menggunakan Metode Value Engineering dan LCA (Life Cycle Assessment) (Studi Kasus: Bendungan Bagong). Skripsi, Program Studi S1 Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret, Surakarta.Proyek konstruksi skala besar seperti pembangunan bendungan sering kali menghadapi tantangan dalam hal pengendalian biaya dan efisiensi pelaksanaan pekerjaan konstruksi utama, khususnya pada pekerjaan timbunan main dam. Penerapan Value Engineering (rekayasa nilai) bersamaan dengan analisis lingkungan menggunakan Life Cycle Assessment (LCA) menjadi salah satu pendekatan strategis untuk mengoptimalkan biaya konstruksi tanpa menurunkan fungsi dan mutu struktur, sekaligus mengevaluasi dampak emisi gas rumah kaca yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efisiensi biaya pada pekerjaan timbunan main dam melalui perbandingan metode pelaksanaan—termasuk peledakan konvensional (conventional blasting), pre-splitting blasting, dan precision blasting—serta menghitung dampak emisi karbon dari masing-masing alternatif tersebut.Data penelitian diperoleh melalui data sekunder proyek, dokumen Rencana Anggaran Biaya (RAB), Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP), serta spesifikasi teknis pekerjaan konstruksi Bendungan Bagong Paket 1. Data dianalisis menggunakan tahapan Value Engineering yang meliputi tahap informasi, kreativitas, analisis, hingga rekomendasi, yang dikombinasikan dengan perhitungan faktor emisi karbon berdasarkan siklus hidup material dan peralatan (Life Cycle Assessment). Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan metode alternatif memberikan tingkat penghematan biaya (cost saving) yang signifikan pada item pekerjaan timbunan main dam dibandingkan metode konvensional, dengan tetap memperhatikan aspek kinerja struktur dan batasan lingkungan. Evaluasi melalui pemodelan LCA juga memberikan gambaran komprehensif mengenai tingkat emisi karbon yang dihasilkan dari penggunaan bahan peledak serta jam operasional alat berat, sehingga diperoleh rekomendasi skema pelaksanaan konstruksi yang paling optimal, efisien secara biaya, dan ramah lingkungan.