Abstrak
Metafora Konseptual Emosi Takut (Khauf) Bahasa Arab
Oleh :
Mita Rosaeli - B0522046 - Fak. Ilmu Budaya
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh
adanya perbedaan cara pandang dalam mengkaji metafora pada bahasa Arab. Dalam
tradisi sastra Arab, metafora umumnya dipahami sebagai gaya bahasa yang
menitikberatkan aspek kebahasaan dan estetika, sedangkan dalam Linguistik
Kognitif metafora dipahami sebagai representasi cara manusia
mengonseptualisasikan pengalaman, termasuk pengalaman emosional. Di sisi lain,
konseptualisasi emosi takut (al-khauf) dalam bahasa Arab Fushah (Modern
Standard Arabic) yang memanfaatkan data korpus daring masih relatif
terbatas, sehingga kurang diketahui bagaimana secara empiris emosi takut
dikonsepsikan melalui ekspresi metaforis dalam penggunaan bahasa alami. Berdasarkan
latar belakang tersebut[mr1]
penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan [mr2] metafora
l inguistik emosi takut (al-khauf) dalam bahasa Arab, (2) mendeskripsikan
metafora konseptual emosi takut (al-khauf) dalam bahasa Arab. Penelitian
ini termasuk dalam penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Objek
penelitian ini adalah penggunaan leksem khauf dalam ungkapan metaforis
bahasa Arab. Ungkapan metaforis tersebut berwujud satuan lingual sebagai data
penelitian. Sumber data diperoleh dari korpus daring arabiCorpus.byu.edu
yang dikhususkan pada sub-korpus Modern Literature. Data yang dikumpulkan,
diidentifikasi menggunakan metode linguistik korpus, serta analisis data
meliputi identifikasi metafora (MIP) dan analisis pola metaforis (APM). Penelitian
ini dilandasi berdasarkan Teori Metafora Konseptual yang diusulkan oleh Lakoff
dan Johnson (1980), serta Kövecses (1990, 2000) terkait dengan konsep emosi
dalam metafora.
Kesimpulan dari hasil penelitian ini
adalah ditemukannya 157 metafora linguistik yang dimotivasi oleh 30 metafora
konseptual. Ke-tiga puluh metafora konseptual tersebut dikategorikan
berdasarkan aspek konsep emosi yang terbagi menjadi tujuh aspek konsep emosi
mencakup keberadaan, kontrol, intensitas, pasivitas, evaluasi, kerusakan, dan
hambatan. Berdasarkan ranah sumbernya, metafora konseptual KUANTITAS/UKURAN
merupakan ranah yang paling produktif yaitu sebanyak 20
metafora linguistik. Adapun berdasarkan aspek konsep emosi, aspek eksistensi
merupakan aspek yang paling dominan yaitu sebanyak 13 metafora konseptual.