Abstrak
Pengaplikasian Variasi Gas Input pada Generator Ozon dengan Metode Dielectric Barrier Discharge (DBD) di Ruang Tertutup
Oleh :
Cakrahadi Akbar Jati Prabowo - I0722014 - Fak. Teknik
Ozon (O₃) merupakan oksidator kuat yang banyak
dimanfaatkan sebagai media sterilisasi peralatan medis karena mampu
menginaktivasi mikroorganisme tanpa meninggalkan residu berbahaya. Efisiensi
produksi ozon pada generator berbasis dielectric barrier discharge (DBD)
dipengaruhi oleh jenis gas input, sehingga diperlukan sistem monitoring
yang mampu memantau kinerja generator secara real-time. Penelitian ini
bertujuan merancang sistem monitoring generator ozon berbasis DBD di ruang
tertutup serta menganalisis pengaruh variasi gas input terhadap laju produksi
ozon. Sistem menggunakan ESP32 yang terintegrasi dengan sensor ozon DFRobot
Gravity I2C SEN0321, PZEM-004T, LCD 16×4, relay, push button, dan PLX-DAQ.
Variasi gas yang diuji meliputi oksigen, argon, dan udara atmosfer dengan laju
alir 1 L/menit. Hasil pengujian menunjukkan akurasi sistem sebesar 98,28%,
dengan akurasi tegangan 99,71%, arus 97,50%, dan konsentrasi ozon 97,64%.
Pengujian homogenitas menunjukkan distribusi ozon di dalam chamber relatif
merata dengan selisih relatif waktu mencapai 10.000 ppb sebesar 4,12% antara
posisi sensor depan dan belakang. Variasi gas memengaruhi laju pembentukan
ozon, di mana oksigen menghasilkan waktu tercepat mencapai 10.000 ppb (52
detik), diikuti udara atmosfer (62 detik) dan argon (68 detik). Hasil penelitian
menunjukkan bahwa penggunaan oksigen meningkatkan laju produksi ozon pada
sistem sterilisasi berbasis DBD