Abstrak
Pengaruh Model Problem Based Learning terhadap Peningkatan Kompetensi Literasi Sains di Era Digital pada Pembelajaran Perubahan Lingkungan Siswa SMA
Oleh :
Risna Putri Ariyanti - K4322091 - Fak. KIP
Literasi sains penting dalam membangun kompetensi abad ke-21 yang
tidak lagi menitikberatkan pada aspek hafalan, melainkan pada kemampuan
mengaplikasikan nilai-nilai ilmiah dalam realitas kehidupan. Namun, data PISA
menunjukkan kemampuan literasi sains siswa Indonesia berada jauh di bawah
standar internasional. Skor PISA Indonesia dalam bidang literasi sains turun 13
poin dari 396 di 2018 menjadi 383 di tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk
mengevaluasi dampak model Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan
literasi sains siswa SMA pada topik Perubahan Lingkungan sekaligus memetakan
profil capaian setiap indikator pada aspek kompetensi. Metode yang digunakan
adalah kuasi eksperimen dengan pendekatan kuantitatif melalui pre-post
nonequivalent control group design. Sampel penelitian dipilih dari populasi
kelas X menggunakan teknik cluster random sampling untuk membagi kelas
menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan
melalui tes tertulis dan lembar observasi keterlaksanaan sintaks. Data yang
terkumpul diuji prasyarat (normalitas, homogenitas, dan linearitas) sebelum
dianalisis menggunakan uji ANCOVA dan uji N-gain score. Hasil analisis
uji ANCOVA mengonfirmasi adanya pengaruh signifikan penggunaan model PBL
terhadap nilai posttest literasi sains siswa (F = 7,511; p = 0,008 < 0,05) dengan kontribusi pengaruh (Partial Eta
Squared) sebesar 9,7%. Peningkatan kemampuan kedua kelas berada pada
kategori sedang, dengan rata-rata N-gain kelas eksperimen (0,50) yang
lebih unggul dibandingkan kelas kontrol (0,45). Kesimpulan dari penelitian ini
adalah model PBL berpengaruh secara signifikan dalam mendongkrak literasi sains
siswa dengan profil kompetensi indikator yang secara konsisten lebih unggul di
kelas eksperimen.