Abstrak
PENERAPAN GENERATIF AI SEBAGAI SCAFFOLDING DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN SOSIOLOGI BERBASIS DISCOVERY LERNING DI SMA NEGERI 3 SURAKARTA
Oleh :
Dina Uswatun Khasanah - K8422024 - Fak. KIP
Dina Uswatun Khasanah. K8422024. Pembimbing : Dr. Atik Catur Budiati, S.Sos., M.A Penerapan Generatif Generatif AI Sebagai Scaffolding Digital dalam Pembelajaran Sosilogi Berbasis Discovery Learning di SMA Negeri 3 Surakarta. Skripsi. Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret, Juli 2026.Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan dan menganalisis bentuk penerapan Generatif AI berbasis Discovery Learning dalam pembelajaran Sosiologi, (2) mendeskripsikan peran Generatif AI dalam pemberian scaffolding pada penerapan model Discovery Learning berbasis Generatif AI di SMA Negeri 3 Surakarta, dan (3) mendeskripsikan hambatan yang dihadapi guru Sosiologi dalam upaya mengoptimalkan potensi Zone of Proximal Development (ZPD) siswa melalui integrasi Discovery Learning berbasis Generatif AI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data meliputi guru Sosiologi sebagai informan utama, siswa kelas X sebagai informan pendukung, dan dokumen pembelajaran. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui observasi nonpartisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi berupa analisis RPP. Validitas data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, penerapan Discovery Learning berbasis Generatif AI dilakukan melalui tahapan stimulation, problem statement, data collecting, data processing, verification, dan generalization. Generatif AI terutama dimanfaatkan pada tahap data collecting untuk membantu siswa mencari, membandingkan, dan menganalisis informasi mengenai fenomena sosial. Kedua, Generatif AI berperan sebagai digital scaffolding yang memberikan dukungan berupa informasi, penjelasan konsep, contoh kasus, dan berbagai perspektif untuk membantu siswa dalam wilayah ZPD. Pemberian scaffolding diperkuat oleh guru sebagai More Knowledgeable Other (MKO) melalui pemberian keyword, bimbingan penyusunan prompt, klarifikasi, verifikasi informasi, dan umpan balik, serta secara bertahap dikurangi (fading scaffolding) untuk mendorong kemandirian siswa. Ketiga, hambatan yang dihadapi guru meliputi rendahnya rasa ingin tahu siswa, keterbatasan dalam menyusun prompt, kecenderungan penggunaan Generatif AI secara instan, dan ketergantungan terhadap teknologi. Hambatan tersebut dapat mengurangi efektivitas scaffolding sehingga diperlukan pendampingan, kegiatan literasi, pembatasan penggunaan perangkat, serta tugas berbasis produk untuk mendorong siswa mengolah informasi secara mandiri. Dengan demikian, integrasi Discovery Learning dan Generatif AI dapat mendukung perkembangan pemahaman konsep sosial, kemampuan analisis, berpikir kritis, dan kemandirian belajar melalui sinergi scaffolding pedagogis guru dan digital scaffolding Generatif AI.