Abstrak


PRARANCANGAN PABRIK BIOETANOL DARI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT KAPASITAS 25.000 kL/TAHUN


Oleh :
Naufal Agdiffa Sulistyawan - I0522083 - Fak. Teknik

Bioetanol (C2H5OH) merupakan cairan yang mudah menguap, dan mudah terbakar, yang dapat diproduksi dari bahan lignoselulosa seperti tandan kosong kelapa sawit (TKKS) melalui proses biokonversi. Senyawa ini digunakan sebagai bahan bakar campuran (blending component) pada bahan bakar bensin guna mendukung program transisi energi dan pengurangan emisi karbon di sektor transportasi, sejalan dengan target bauran energi baru terbarukan nasional. Pabrik ini direncanakan mulai dibangun pada tahun 2027 dan beroperasi pada tahun 2028 di Lubuk Gaung, Kota Dumai, Provinsi Riau.Satu kilogram produk bioetanol membutuhkan 5,78 kg TKKS sebagai bahan baku. Pabrik ini menghasilkan limbah padat-cair sebanyak 2,27 kg dan limbah gas sebanyak 2,51 kg . Pembuatan bioetanol dilakukan melalui tahapan pretreatment delignifikasi menggunakan larutan NaOH 2,9 M pada suhu 130°C dan tekanan 3,43 bar untuk memecah struktur lignin, dilanjutkan dengan proses Simultaneous Saccharification and Fermentation (SSF) di dalam reaktor pada suhu 30°C selama 72 jam. Proses SSF berlangsung dengan bantuan enzim selulase (Cellic HTec dan Cellic CTec2) untuk menghidrolisis selulosa menjadi glukosa, yang secara simultan difermentasi menjadi etanol oleh Saccharomyces cerevisiae. Campuran hasil fermentasi selanjutnya dipisahkan menggunakan centrifuge untuk memisahkan biomassa mikroorganisme dan padatan tersuspensi dari fase cair. Fase cair kemudian dimurnikan melalui proses distilasi untuk memisahkan etanol dari air dan komponen pengotor lainnya sehingga diperoleh produk bioetanol dengan kemurnian 95% (v/v) dan laju alir sebesar 2.404,85 kg/jam.Utilitas pabrik meliputi penyediaan air, udara tekan, bahan bakar, dan listrik. Kebutuhan air pabrik dipenuhi dari sumber air laut (Selat Malaka) untuk keperluan pendingin dan air sungai untuk air proses serta umpan boiler, dengan pengolahan lanjutan berupa Reverse Osmosis dan demineralisasi. Kebutuhan listrik pabrik disuplai oleh PLN dengan generator sebagai cadangan, sedangkan kebutuhan bahan bakar boiler dipenuhi dari Industrial Diesel Oil (IDO).Perusahaan ini berbentuk PT (Perseroan Terbatas) dengan struktur organisasi line and staff. Pembagian jam kerja karyawan terdiri dari sistem shift dan non-shift. Karyawan berjumlah 143 orang. Hasil analisis profitabilitas nondiscounted menunjukkan nilai Payback Period selama 2,51 tahun, Cumulative Cash Position (CCP) sebesar Rp1.521.530.584.933,41, Cumulative Cash Ratio (CCR) sebesar 1,7, dan Rate of Return on Investment (ROROI) sebesar 39,77%. Hasil analisis profitabilitas discounted menunjukkan nilai Discounted Payback Period selama 4,9 tahun, Present Value Ratio (PVR) sebesar 1,14, Net Present Value (NPV) sebesar Rp301.184.393.303, dan Internal Rate of Return (IRR) sebesar 12%. Evaluasi risiko dalam perhitungan profitabilitas memperoleh nilai Break Even Point sebesar 40% dan Shut Down Point sebesar 10,76%. Berdasarkan analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa pabrik bioetanol dari tandan kosong kelapa sawit dengan kapasitas 25.000 kL/tahun layak didirikan.