Abstrak


EFEKTIVITAS KONSELING KELOMPOK PENDEKATAN SOLUTION-FOCUSED BRIEF THERAPY (SFBT) UNTUK MENGATASI KECEMASAN MENGHADAPI UJIAN PADA SISWA KELAS XII MA AL-ISLAM JAMSAREN SURAKARTA


Oleh :
Nilta Khilyatazzahiroh - K3122063 - Fak. KIP

Kecemasan menjelang ujian pada siswa kelas XII dapat berdampak negatif terhadap konsentrasi belajar, kepercayaan diri, serta kemampuan siswa dalam menghadapi tuntutan akademik dan persiapan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas konseling kelompok dengan pendekatan Solution-Focused Brief Therapy (SFBT) untuk mengatasi kecemasan menjelang ujian pada siswa kelas XII MA Al-Islam Jamsaren Surakarta tahun ajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif metode quasi eksperimen dengan one group pretest-posttest design. Subjek penelitian sebanyak 8 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data berupa skala psikologis kecemasan menjelang ujian yang dikembangkan berdasarkan empat aspek, yaitu aspek kognitif, afektif, fisiologis, dan perilaku yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Uji validitas isi menggunakan CVI, uji validitas konstruk menggunakan Product Moment, dan uji reliabilitas menggunakan Alpha Cronbach. Skor pretest dan posttest menunjukkan, skor total pretest sebesar 715 dan skor total posttest sebesar 350, sehingga terjadi penurunan skor sebesar 365 dengan persentase penurunan sebesar 38%. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon yang menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,012 (<0,05), yang berarti terjadi penurunan skor kecemasan menjelang ujian secara signifikan dari pretest ke posttest, sehingga hipotesis alternatif (Ha) diterima. Dengan demikian, konseling kelompok dengan pendekatan Solution-Focused Brief Therapy (SFBT) terbukti efektif untuk mengatasi kecemasan menjelang ujian pada siswa kelas XII MA Al-Islam Jamsaren Surakarta. Saran bagi guru BK, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai inovasi layanan dalam membantu siswa mengatasi kecemasan menjelang ujian. Peneliti selanjutnya dapat menggunakan hasil penelitian ini untuk mengembangkan penelitian selanjutnya dengan desain, teknik, maupun subjek yang berbeda.