Abstrak
Pengaruh Konsentrasi Perekat Molase terhadap Kualitas Briket Sekam Padi
Oleh :
Moh Akbar Suryo Prasetyo - K2522044 - Fak. KIP
Moh
Akbar Suryo Prasetyo. K2522044. Pembimbing: Dr. Eng. Nyenyep Sriwardani, S.T.,
M.T. Pengaruh Konsentrasi Perekat Molase Terhadap Kualitas Briket Sekam Padi.
Tugas Akhir, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas
Sebelas Maret Surakarta Februari 2026. Penelitian
ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh variasi konsentrasi perekat molase
terhadap kualitas briket sekam padi, khususnya pada parameter nilai kalor dan
laju pembakaran. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan
analisis deskriptif. Bahan baku utama berupa arang sekam padi yang telah
dikarbonisasi dan disaring menggunakan ayakan 50 mesh. Sampel briket dibuat
dengan tiga variasi konsentrasi perekat molase, yaitu 5 wt%, 10 wt%,
dan 15 wt%, dengan total massa setiap sampel sebesar 25 gram dan nilai
densitas dijaga tetap sebesar 0,4975 gram/cm³. Parameter yang diukur meliputi
suhu maksimum pembakaran menggunakan thermometer gun untuk menentukan
nilai kalor, serta durasi waktu pembakaran menggunakan stopwatch untuk
menentukan laju pembakaran.Hasil
penelitian menunjukkan bahwa variasi konsentrasi perekat molase berpengaruh
secara signifikan terhadap kualitas termal briket sekam padi. Briket dengan
konsentrasi perekat molase 15 wt% (komposisi 85% arang sekam padi : 15% molase)
merupakan variasi paling optimal dengan menghasilkan rata-rata suhu pembakaran
tertinggi sebesar 294,7°C, nilai kalor tertinggi mencapai 5.777 kal/g (memenuhi
standar Mutu Kelas A SNI 4931-2010), serta laju pembakaran terendah dan paling
stabil sebesar 0,192086 gram/menit dengan durasi menyala terlama (2 jam 10
menit 15 detik). Sebaliknya, briket dengan konsentrasi molase 5 wt%
menghasilkan kualitas terendah dengan nilai kalor sebesar 4.645 kal/g dan laju
pembakaran tercepat sebesar 0,196401 gram/menit. Dapat disimpulkan bahwa
semakin tinggi konsentrasi perekat molase hingga batas 15 wt%, maka
nilai kalor yang dihasilkan semakin besar dan laju pembakaran briket menjadi
semakin lambat.