Abstrak


Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Berbantuan Laboratorium Virtual PhET terhadap Keterampilan Literasi Kimia Siswa pada Materi Asam Basa di SMA Negeri Gondangrejo


Oleh :
Amelia Salsabila Wahyuningtyas - K3322011 - Fak. KIP

Amelia Salsabila Wahyuningtyas. K3322011. Pembimbing: Prof. Sulistyo Saputro, M.Si., Ph.D. PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERBANTUAN LABORATORIUM VIRTUAL (PhET) TERHADAP KETERAMPILAN LITERASI KIMIA SISWA PADA MATERI ASAM BASA DI SMA NEGERI GONDANGREJO. Tugas Akhir, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret. Juli 2026. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan laboratorium virtual PhET terhadap keterampilan literasi kimia siswa pada materi asam basa di SMA Negeri Gondangrejo, dan (2) mendeskripsikan peningkatan tiap aspek keterampilan literasi kimia siswa setelah penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan laboratorium virtual PhET pada materi asam basa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif quasi experimental dengan desain pretest-posttest control group design. Cluster random sampling menentukan kelas XI F3 sebagai kelas eksperimen (N = 32) dan kelas XI F1 sebagai kelas kontrol (N = 36) pada Tahun Ajaran 2025/2026. Tes keterampilan literasi kimia berupa 9 soal pilihan ganda dan 4 soal uraian digunakan sebagai instrumen penelitian, dengan koefisien reliabilitas KR-20 sebesar 0,753 untuk soal pilihan ganda. Uji normalitas Shapiro-Wilk menunjukkan data pretest dan posttest terdistribusi normal (sig. 0,340 dan 0,288), dan uji Levene menunjukkan data homogen (sig. 0,163). Independent samples t-test pada skor N-Gain menguji hipotesis penelitian. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut. (1) Model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan laboratorium virtual PhET berpengaruh signifikan terhadap keterampilan literasi kimia siswa pada materi asam basa. Uji-t menghasilkan nilai t sebesar 7,133 dengan signifikansi 0,000 (< 0,05) dan Cohen's d sebesar 1,733. Kelas eksperimen memperoleh rata-rata N-Gain sebesar 0,692 (kategori sedang), sedangkan kelas kontrol memperoleh rata-rata 0,354 (kategori sedang). (2) Tiap aspek keterampilan literasi kimia siswa meningkat setelah penerapan model, dengan peningkatan kelas eksperimen melampaui kelas kontrol pada seluruh indikator. Rata-rata capaian indikator literasi kimia kelas eksperimen meningkat dari 57,71% menjadi 87,41%, sementara kelas kontrol meningkat dari 59,32% menjadi 77,58%, dengan selisih peningkatan 29,70 poin pada kelas eksperimen berbanding 18,26 poin pada kelas kontrol. Kelas eksperimen mencapai persentase posttest tertinggi pada indikator kimia dalam konteks (93,75%), diikuti pengetahuan konten kimia (87,07%), aspek afektif (85,00%), dan keterampilan berpikir tingkat tinggi (82,97%).