Abstrak
Pengaruh Berbagai Jenis Mulsa Organik dan Aplikasi Rhizobium terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai (Glycine max L.)
Oleh :
Ima Hemastrini - H0722073 - Fak. Pertanian
Kedelai (Glycine max L.) merupakan komoditas pangan strategis di Indonesia, namun produksi nasionalnya masih jauh di bawah kebutuhan akibat kesuburan tanah yang menurun dan kondisi lingkungan yang kurang mendukung. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh jenis mulsa organik dan dosis Rhizobium sp., secara tunggal maupun interaksi keduanya, terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai varietas Dega-1. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Lapang Jumantono, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret, pada Juli-November 2025, menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial dua faktor, yaitu jenis mulsa organik (tanpa mulsa, batang pisang, sekam padi, jerami padi) dan dosis Rhizobium sp. (0, 10, dan 20 g/kg benih), masing-masing diulang tiga kali. Data dianalisis dengan ANOVA dan diuji lanjut dengan Duncan's Multiple Range Test taraf 5%. Hasil menunjukkan interaksi kedua faktor berpengaruh nyata terhadap panjang akar, dengan kombinasi mulsa sekam padi dan Rhizobium 20 g/kg benih menghasilkan akar terpanjang (68 cm). Mulsa sekam padi memberikan pertumbuhan vegetatif terbaik, sedangkan mulsa jerami padi dan dosis Rhizobium 20 g/kg benih memberikan jumlah polong serta bobot biji per tanaman tertinggi. Kombinasi mulsa organik dan Rhizobium sp. terbukti efektif meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai.