Abstrak
Penerapan Model Experiential Learning untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Siswa pada Pembelajaran IPAS Kelas V SD N Purworejo
Oleh :
Muhammad Zahran Ramadhan - K7122203 - Fak. KIP
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya
keterampilan komunikasi siswa kelas V SDN Purworejo, Boyolali dalam
pembelajaran IPAS, khususnya materi magnet yang bersifat abstrak, sehingga
penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan komunikasi siswa
melalui penerapan model Experiential Learning menggunakan Penelitian
Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus
terhadap 18 siswa dan satu guru kelas, dengan data dikumpulkan melalui
observasi, wawancara, dan dokumentasi, diuji keabsahannya melalui triangulasi
sumber dan teknik, serta dianalisis secara deskriptif kualitatif dan
kuantitatif; hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan, dengan
rata-rata keterampilan komunikasi siswa meningkat dari 56,0 (kategori cukup)
pada pratindakan menjadi 68,0 pada siklus I dan 84,0 (kategori sangat baik)
pada siklus II, ketuntasan klasikal meningkat dari 22,2% menjadi 83,3%, serta
keterlaksanaan pembelajaran oleh guru meningkat dari 76,0 menjadi 91,7,
sehingga dapat disimpulkan bahwa model Experiential Learning terbukti efektif
meningkatkan keterampilan komunikasi siswa melalui tahapan concrete experience,
reflective observation, abstract conceptualization, dan active experimentation,
dengan saran agar guru menerapkan model ini secara konsisten dan terencana,
siswa lebih aktif dan percaya diri dalam berkomunikasi, sekolah menyediakan
sarana penunjang pembelajaran IPAS, serta peneliti selanjutnya mengembangkan
penerapan model ini pada materi dan jenjang pendidikan yang lebih beragam.