Abstrak
Implementasi Pembelajaran Diferensiasi dalam Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Siswa Kelas V SD Negeri 6 Panjer
Oleh :
Tiara Br Sitanggang - K7122319 - Fak. KIP
Tiara Br
Sitanggang. K7122319. Pembimbing: Dr. Kartika Chrysti Suryandari, M.Si. IMPLEMENTASI
PEMBELAJARAN DIFERENSIASI DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA
KELAS V SD NEGERI 6 PANJER. Skripsi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Sebelas Maret Surakarta. Juni 2026.Penelitian ini
bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan implementasi pembelajaran diferensiasi
dalam meningkatkan keterampilan proses sains siswa kelas V pada materi
bagaimana bernapas membantuku melakukan aktivitas sehari-hari dan (2)
meningkatkan keterampilan proses sains siswa kelas V melalui implementasi
pembelajaran diferensiasi pada materi bagaimana bernapas membantuku melakukan
aktivitas sehari-hari.Penelitian ini
merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan secara kolaboratif
antara peneliti dan guru kelas V SD Negeri 6 Panjer Tahun Ajaran 2025/2026.
Subjek penelitian terdiri atas 17 siswa kelas V yang terdiri dari 8 siswa
laki-laki dan 9 siswa perempuan serta guru kelas V sebagai kolaborator.
Penelitian dilaksanakan dalam tiga siklus, dengan setiap siklus meliputi tahap
perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan
data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui
reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian
menunjukkan bahwa: (1) implementasi pembelajaran diferensiasi dilaksanakan
melalui langkah-langkah: (a) pelaksanaan tes diagnostik awal untuk memetakan
kesiapan dan gaya belajar siswa; (b) penerapan diferensiasi proses sesuai gaya
belajar visual, auditori, dan kinestetik, (c) penerapan diferensiasi produk
sesuai karakteristik belajar siswa, serta (d) pelaksanaan evaluasi dan refleksi
pembelajaran; (2) implementasi pembelajaran diferensiasi dapat meningkatkan
keterampilan proses sains siswa yang ditunjukkan oleh peningkatan rata-rata
keterampilan proses sains dari kondisi awal sebesar 48,52%, meningkat menjadi
61,66% pada siklus I, 80,16% pada siklus II, dan mencapai 87,5% pada siklus
III; (3) implementasi pembelajaran diferensiasi juga mengalami peningkatan yang
ditunjukkan melalui hasil observasi guru dan siswa. Rata-rata observasi guru
meningkat dari 82,26% pada siklus I menjadi 86,41% pada siklus II dan 90,43%
pada siklus III, sedangkan rata-rata observasi siswa meningkat dari 80,4% pada
siklus I menjadi 86,26% pada siklus II dan 90,1% pada siklus III.