Abstrak


ANALISIS KESALAHAN NUMERIK SISWA DALAM OPERASI HITUNG PENGURANGAN BERSUSUN KELAS II DI SEKOLAH DASAR NEGERI 1 GEMEKSEKTI 2025/2026


Oleh :
Efi Oktafiana - K7122097 - Fak. KIP

Efi Oktafiana. K7122097. Pembimbing: Dr. Moh. Salimi, M.Pd. Analisis Kesalahan Numerik Siswa dalam Operasi Hitung Pengurangan Bersusun Kelas II di sekolah. Dasar Negeri 1 Gemeksekti Tahun ajaran 2025/2026. Skripsi. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, 2026.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan numerik siswa kelas II SD Negeri 1 Gemeksekti dalam menyelesaikan soal operasi hitung pengurangan bersusun berdasarkan tahapan Newman Error Analysis (NEA).Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian merupakan siswa kelas II SD Negeri 1 Gemeksekti Tahun ajaran 2025/2026 yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kategori kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member check. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan numerik siswa ditemukan pada lima tahapan Newman Error Analysis, yaitu kesalahan membaca (reading error), kesalahan memahami masalah (comprehension error), kesalahan transformasi (transformation error), kesalahan keterampilan proses (process skill error), dan kesalahan penulisan jawaban akhir (encoding error). Kesalahan membaca ditunjukkan melalui kekeliruan dalam mengenali angka atau simbol operasi. Kesalahan memahami masalah ditunjukkan melalui ketidakmampuan siswa menyebutkan secara lengkap informasi yang diketahui dan ditanyakan. Kesalahan transformasi berupa kekeliruan menentukan operasi, menyusun bilangan, dan menempatkan angka berdasarkan nilai tempat. Kesalahan keterampilan proses berupa kekeliruan dalam menerapkan teknik meminjam dan menghitung hasil pengurangan pada kolom satuan maupun puluhan. Kesalahan penulisan jawaban akhir berupa tidak menuliskan hasil akhir atau menuliskan jawaban yang tidak sesuai dengan proses perhitungan. Siswa kategori tinggi umumnya telah mampu menyelesaikan tahapan membaca, memahami, dan transformasi dengan tepat, tetapi masih ditemukan kesalahan pada bagian tertentu dalam proses perhitungan atau penulisan jawaban akhir. Siswa kategori sedang telah mampu membaca soal dan memahami sebagian besar informasi, tetapi belum konsisten dalam menyusun bilangan berdasarkan nilai tempat, menerapkan teknik meminjam, melakukan perhitungan, dan menuliskan jawaban akhir. Siswa kategori rendah menunjukkan kesalahan pada lebih banyak tahapan, mulai dari memahami informasi, mengubah soal ke bentuk pengurangan bersusun, menempatkan nilai tempat, melakukan teknik meminjam, menghitung, hingga menuliskan jawaban akhir. Kesalahan yang paling banyak ditemukan terdapat pada tahap keterampilan proses dan penulisan jawaban akhir. Kata kunci: analisis kesalahan, kesalahan numerik, Newman Error Analysis (NEA), pengurangan bersusun, matematika sekolah dasar