Abstrak


Penerapan Model Kooperatif Tipe Numbered Head Together Berbasis Kearifan Lokal Untuk Meningkatkan Kerja Sama dan Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas IV SD


Oleh :
Nonnik Faradela - K7122225 - Fak. KIP

Nonnik Faradela.  K7122225. Pembimbing Dr. Moh. Salimi, M.Pd. PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK MENINGKATKAN KERJA SAMA DAN HASIL BELAJAR IPAS SISWA KELAS IV SD.  Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. Juli 2026. Pembelajaran IPAS di sekolah dasar menekankan siswa agar dapat membangun komunikasi serta kolaborasi dengan temannya, namun fakta yang terjadi keaktifan siswa dalam kegiatan diskusi kelompok hanya ditujukan oleh sebagian siswa, sehingga diperlukan model pembelajaran yang mampu mendorong kerja sama siswa dalam kegiatan diskusi. Penelian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan langkah- langkah penerapan model Numebered Head Together (NHT) berbasis kearifan lokal, (2) meningkatkan kerja sama siswa, (3) meningkatkan hasil belajar IPAS siswa. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan selama tiga siklus. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas IV A SD Negeri 5 Panjer tahun ajaran 2025/ 2026. Data penelitian ini berupa data kualitatif dan data kuantitatif. Sumber data yang digunakan yaitu guru dan siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan teknik non tes berupa observasi dan wawancara. Validitas data menggunakan triangulasi Teknik dan triangulasi sumber. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) model NHT berbasis kearifan lokal memiliki enam langkah, yaitu: (a) penomoran dan pembentukan kelompok, (b) penyampaian masalah dan pertanyaan berkaitan dengan kearifan lokal, (c) berpikir dan berdiskusi bersama tentang kearifan lokal, (d) guru membimbing diskusi, (e) pemanggilan nomor dan penyampaian jawaban, (f) penguatan materi berbasis kearifan lokal; (2) penerapan model NHT berbasis kearifan lokal dapat meningkatkan kerja sama siswa dengan persentase yang diperoleh siswa pada siklus I= 80,93%, siklus II= 85,49%, dan siklus III= 91,66%; (3) penerapan model NHT berbasis kearifan lokal dapat meningkatkan hasil belajar IPAS siswa dengan persentase ketuntasan siswa pada siklus I= 53,33%, siklus II= 76,66%, dan siklus III= 100%. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa model Numbered Head Together berbasis kearifan lokal dapat meningkatkan kerja sama dan hasil belajar IPAS tentang keragaman budaya dan kearifan lokal siswa kelas IV A SD Negeri 5 Panjer tahun 2025/ 2026.