Abstrak
KAJIAN TERJEMAHAN TINDAK TUTUR ASERTIF PADA SUBTITLE ARAB-INDONESIA DOKUMENTER SAUDI PRO LEAGUE: KICKOFF
Oleh :
Zidfina Zulfa - B0522081 - Fak. Ilmu Budaya
Dokumenter merupakan karya audiovisual nonfiksi yang menyajikan fakta dan realitas mengenai suatu peristiwa, tokoh, maupun fenomena tertentu kepada penonton. Dalam penyebarannya kepada audiens lintas negara, subtitle memiliki peran krusial sebagai sarana yang menjembatani perbedaan bahasa agar pesan yang disampaikan dalam dokumenter dapat dipahami secara efektif oleh penonton internasional. Penelitian ini mengkaji strategi penerjemahan tindak tutur asertif dalam subtitle Arab-Indonesia dokumenter Saudi Pro League: Kickoff. Penelitian ini membahas tiga hal, yaitu: (1) jenis tindak tutur asertif pada subtitle Arab-Indonesia dalam dokumenter Saudi Pro League: Kickoff; (2) penerapan teknik penerjemahan tindak tutur asertif pada subtitle Arab-Indonesia dalam dokumenter Saudi Pro League: Kickoff; dan (3) orientasi metode serta ideologi penerjemahan yang digunakan dalam proses pengalihan bahasa tersebut.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dianalisis menggunakan kombinasi model Miles dan Huberman serta model Spradley. Hasil analisis disajikan dalam bentuk formal berupa tabel, serta secara informal melalui uraian deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan lima jenis tindak tutur asertif, yaitu menyatakan, melaporkan, mengklaim, meramal, dan mengeluh. Dari delapan belas teknik penerjemahan menurut Molina dan Albir, 9 di antaranya diterapkan dalam proses pengalihan teks bahasa sumber ke bahasa sasaran. Teknik padanan lazim menjadi teknik yang paling dominan dengan persentase 30,61%, sedangkan teknik peminjaman dan generalisasi merupakan teknik yang paling sedikit digunakan dengan persentase masing-masing 1,02%. Selain itu, ditemukan empat metode penerjemahan, metode komunikatif mendominasi dengan persentase 61,36%, sedangkan metode bebas menjadi metode yang paling sedikit digunakan 4,55%. Pada ideologi penerjemahan, ideologi domestikasi menjadi orientasi yang lebih dominan dibandingkan ideologi foreignisasi. Dominasi tersebut melalui penerapan metode komunikatif.