Abstrak


IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN MENDALAM PADA MATERI TEKS CERPEN: STUDI KASUS DI SMP AL QOLAM MUHAMMADIYAH GEMOLONG 2025/2026


Oleh :
Fitri Nur Rahmawati - K1222031 - Fak. KIP

ABSTRAKFitri Nur Rahmawati. K1222031. Pembimbing: Dr. Chafit Ulya, M.Pd. IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN MENDALAM PADA MATERI TEKS CERPEN: STUDI KASUS DI SMP AL QOLAM MUHAMMADIYAH GEMOLONG 2025/2026. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, 2026.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis (1) perencanaan, (2) implementasi, (3) asesmen, (4) kendala, dan (5) solusi penguatan implementasi pembelajaran mendalam pada materi teks cerpen di SMP Al Qolam Muhammadiyah Gemolong. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Sumber data penelitian meliputi guru Bahasa Indonesia, peserta didik kelas VII E ICT, dokumen pembelajaran, dan proses pembelajaran. Data dikumpulkan melalui analisis dokumen, observasi, dan wawancara mendalam. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, metode, dan teori, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran mendalam disusun berdasarkan Kurikulum Merdeka melalui modul ajar yang memuat tujuan, materi, kegiatan, media, strategi, dan asesmen serta mengarah pada pembelajaran berpusat pada siswa dan pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Namun, prinsip mindful, meaningful, dan joyful learning belum dilaksanakan secara operasional sehingga penerapannya masih bertahap. Implementasi pembelajaran menunjukkan upaya guru menciptakan pembelajaran aktif, kontekstual, dan berpusat pada siswa. Meaningful tampak melalui pengaitan materi dengan pengalaman siswa, joyful melalui aktivitas dan suasana belajar menarik, sedangkan mindful melalui refleksi dan penyusunan simpulan. Akan tetapi, ketiga pilar belum diterapkan konsisten, keterlibatan siswa belum merata, refleksi masih sederhana, dan umpan balik belum mendalam. Asesmen telah dirancang menilai proses dan hasil belajar, tetapi pelaksanaannya belum sepenuhnya sesuai rancangan dan lebih berfokus pada hasil akhir karya cerpen daripada proses menemukan ide, mengembangkan cerita, merevisi, dan merefleksikan pengalaman belajar. Kendala meliputi pemahaman guru yang masih berkembang, keterbatasan waktu, perbedaan kesiapan dan kemampuan siswa, keterbatasan asesmen proses, serta kolaborasi dan dukungan sekolah yang belum optimal. Penguatan dilakukan melalui pelatihan dan pendampingan guru, panduan perangkat pembelajaran, penguatan literasi, pengembangan media dan aktivitas, refleksi, supervisi, serta kolaborasi antarguru berkelanjutan. Dengan demikian, implementasi pembelajaran mendalam belum optimal, tetapi telah menunjukkan fondasi awal menuju pembelajaran yang lebih aktif, bermakna, reflektif, dan berpusat pada siswa.