Abstrak
ANALISIS KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 BATURETNO DALAM MENYELESAIKAN SOAL KONTEKSTUAL PADA MATERI PERSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL (PLSV) DITINJAU DARI SELF EFFICACY
Oleh :
V. Ari Widyaningtyas - S852408002 - Fak. KIP
ABSTRAK Kemampuan penalaran matematis adalah
proses berpikir logis yang memungkinkan siswa untuk menarik kesimpulan
berdasarkan fakta, konsep, dan informasi yang relevan. Kemampuan penalaran
matematika sangat penting dalam memahami suatu permasalahan matematis, menggali
ide, memperkirakan solusi, dan menyatakan pernyataan matematis dalam hal
matematis yang sesuai serta pemahaman bahwa matematika itu bermakna. Terdapat
empat indikator yang penting dalam kemampuan penalaran matematis, yaitu
menyajikan pernyataan matematika secara tertulis, mengajukan dugaan, menyusun
bukti dan proses solusi dengan melakukan manipulasi matematika, dan menarik
kesimpulan, memberikan alasan atau bukti terhadap kebenaran solusi. Penelitian
ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan penalaran matematis siswa kelas
VII dalam menyelesaikan soal kontekstual pada materi persamaan linear satu
variabel (PLSV) berdasarkan self efficacy.
Penelitian menggunakan pendekatan
deskriptif kualitatif. Subjek pada penelitian ini terdiri dari 9 siswa kelas
VII SMP Negeri 1 Baturetno yang dikategorikan dengan self efficacy tinggi, self
efficacy sedang, dan self efficacy
rendah. Teknik pemilihan sampel menggunakan purposive
sampling. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan tes dan
wawancara. Validasi data dilakukan dengan triangulasi waktu. Instrumen
penelitian berupa tes yang dikembangkan peneliti dan telah divalidasi. Teknik
analisis yang dilakukan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian
data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian
menunjukkan bahwa siswa dengan level self efficacy tinggi dalam menyelesaikan soal kontekstual mampu
melibatkan seluruh indikator kemampuan penalaran matematis sehingga mampu
menyelesaikan soal kontekstual dengan baik. Siswa dengan level self efficacy sedang mampu melibatkan indikator kemampuan penalaran matematis dalam penyelesaian
soal, namun tidak maksimal sehingga jawaban yang diperoleh menjadi kurang
tepat. Siswa dengan level self efficacy rendah dalam menyelesaikan soal kontekstual
hanya mampu melibatkan indikator menyajikan pernyataan matematika secara tertulis dengan menyebutkan apa yang diketahui namun
tidak menyebutkan apa yang ditanyakan sebagai dasar untuk mengajukan dugaan, menyusun bukti dan
proses solusi dengan melakukan manipulasi matematika, dan menarik kesimpulan,
memberikan alasan atau bukti terhadap kebenaran solusi tidak terpenuhi sehingga tidak dapat memperoleh
jawaban yang tepat.