Abstrak


Pengaruh Aplikasi Berbagai Mulsa Organik dan Pupuk Kascing Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai Var. Dega-1


Oleh :
Thariq Budi Fahreza - H0722168 - Fak. Pertanian

Kedelai merupakan komoditas penting sebagai sumber protein nabati dan bahan baku industri pangan di Indonesia. Varietas Dega-1 unggul karena umur genjah (70–73 hari), tahan rebah, ketahanan terhadap beberapa penyakit, dan biji berukuran besar (≈22,98 g/100 biji), sehingga mendukung produktivitas dan nilai jual. Permintaan kedelai meningkat tetapi produksi domestik masih jauh di bawah kebutuhan nasional, dipengaruhi oleh faktor lingkungan, persaingan gulma, dan rendahnya kesuburan tanah. Mulsa organik efektif mengurangi evaporasi, menjaga kelembaban tanah, dan menekan gulma serta menambah bahan organik tanah. Penggunaan pupuk anorganik jangka panjang berisiko menurunkan kadar bahan organik dan merusak struktur tanah, sehingga pupuk organik dan hayati seperti kascing menjadi alternatif penting. Kascing bersifat netral (pH 6,5–7,4), mengandung mikroba pengikat nitrogen (mis. Azotobacter sp.), dan dapat meningkatkan ketersediaan hara, kesuburan tanah, serta kualitas dan kuantitas hasil pertanian. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Jumantono, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret Surakarta mulai Juli - November 2025. Rancangan yang digunakan dalam percobaan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas dua faktor. Faktor pertama yaitu jenis mulsa organik terdapat 4 taraf, yaitu tanpa mulsa, mulsa sekam padi, mulsa batang pisang, dan mulsa jerami padi. Faktor kedua yaitu penggunaan pupuk kascing terdapat 4 taraf, yaitu 0 g/polybag, 90 g/polybag, 180g/polybag, 270 g/polybag. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode ANOVA (Analysis of Variance) dilanjutkan dengan uji lanjutan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Uji DMRT apabila terdapat perbedaan nyata. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, indeks luas daun, klorofil total, bobot segar brangkasan, bobot kering brangkasan, jumlah polong per tanaman, bobot biji per tanaman, bobot 100 biji, jumlah biji. Hasil percobaan menunjukkan bahwa mulsa sekam padi memberikan hasil terbaik pada bobot brangkasan segar (49,09 g) dan bobot brangkasan kering, sedangkan mulsa jerami padi menghasilkan berat biji per tanaman (19,47 g) dan jumlah biji per tanaman (87,08 biji) tertinggi. Pemberian pupuk kascing dosis 270 g/polybag menghasilkan tinggi tanaman (43,60 cm), jumlah daun (22,67 helai), bobot brangkasan segar (46,84 g), dan indeks luas daun (430,14) tertinggi serta memberikan hasil terbaik pada jumlah polong dan bobot brangkasan kering tanaman kedelai.