Abstrak
Pengaruh Kombinasi Mono Kalium Phosphate dan N, P, K terhadap Ketersediaan dan Serapan N P, Morfologi Akar, dan Pertumbuhan Jagung (Zea Mays. L).
Oleh :
Rhafles Anugrah Avhisa Pati - H0222105 - Fak. Pertanian
Tanah Inceptisol merupakan jenis tanah muda yang umumnya memiliki tingkat kesuburan rendah. Di sisi lain, jagung (Zea mays L.) sebagai komoditas unggulan berbagai industri membutuhkan ketersediaan unsur hara makro dalam jumlah besar, terutama N, P, dan K. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kombinasi pupuk Mono Kalium Phospate (MKP) dan NPK terhadap ketersediaan dan serapan hara (N dan P), morfologi akar, serta pertumbuhan tanaman jagung, sekaligus mencari imbangan dosis yang paling optimal. Penelitian dilaksanakan di Desa Kemiri, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, dan dilanjutkan dengan analisis di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Percobaan lapangan dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktor tunggal dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan meliputi: A (Kontrol), B (NPK 625 kg/ha), C (MKP 10 kg/ha), D (MKP 10 kg/ha + NPK 312,5 kg/ha), E (MKP 10 kg/ha + NPK 468,75 kg/ha), F (MKP 10 kg/ha + NPK 625 kg/ha), G (MKP 5 kg/ha + NPK 468,75 kg/ha), H (MKP 7,5 kg/ha + NPK 468,75 kg/ha), dan I (MKP 15 kg/ha + NPK 468,75 kg/ha). Parameter yang diamati meliputi ketersediaan dan serapan N serta P, tinggi tanaman, diameter batang, panjang akar, volume akar, berat kering akar, dan rasio akar-tajuk (R/S Rasio). Data dianalisis menggunakan uji ANOVA yang dilanjutkan dengan Duncan's Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kepercayaan 95%, serta uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa imbangan pupuk MKP dan NPK memberikan pengaruh nyata terhadap ketersediaan dan serapan N dan P, pertumbuhan tanaman, serta morfologi akar. Perlakuan E (MKP 10 kg/ha + NPK 468,75 kg/ha) terbukti sebagai imbangan dosis terbaik. Jika dibandingkan dengan kontrol, perlakuan ini mampu meningkatkan N-Total sebesar 148,8% dan P-Tersedia sebesar 119,27%. Peningkatan ini sejalan dengan serapan tanaman, di mana serapan N meningkat sebesar 173,63% dan serapan P meningkat 160,7%. Selain itu, perlakuan E juga memberikan pengaruh paling optimal terhadap tinggi tanaman, diameter batang, panjang akar, volume akar, dan berat kering akar. Sementara itu, untuk parameter R/S Rasio, nilai terbaik (0,18) diperoleh pada perlakuan G (MKP 5 kg/ha + NPK 468,75 kg/ha).Kata Kunci: Inceptisols, NPK, Serapan NP, Morfologi Akar, R/S Rasio.