Abstrak


Pembuatan Produk Mi Oven Dengan Penambahan Puree Labu Kuning


Oleh :
Anissa Restu Kinanti - V1823009 - Sekolah Vokasi

Mi merupakan salah satu produk pangan yang banyak dikonsumsi karena praktis dan mudah diolah. Pemanfaatan labu kuning (Cucurbita moschata) dalam pembuatan mi dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan nilai gizi dan kandungan total karoten pada produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan mi oven dengan penambahan puree labu kuning, menentukan formula terbaik berdasarkan tingkat penerimaan sensori, mengetahui karakteristik kimia formula terbaik, serta menganalisis kelayakan ekonomi produk. Pembuatan mi oven dilakukan dengan tiga variasi penambahan puree labu kuning, yaitu F1 sebesar 50 g, F2 sebesar 75 g, dan F3 sebesar 100 g. Pengujian sensori dilakukan menggunakan uji hedonik terhadap 30 panelis tidak terlatih dengan atribut warna, aroma, rasa, tekstur, dan overall menggunakan skala 5 poin. Data sensori dianalisis menggunakan uji Kruskal–Wallis dan uji lanjut Pairwise Comparison apabila terdapat perbedaan nyata. Formula terbaik selanjutnya dianalisis karakteristik kimianya meliputi kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, kadar karbohidrat, dan total karoten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan mi oven dilakukan melalui tahap pembuatan puree labu kuning, pencampuran dan pengulenan bahan, resting, pemipihan, pencetakan, pengovenan pada suhu 100°C selama 35 menit, pendinginan, dan pengemasan. Formula F2 dengan penambahan 75 g puree labu kuning dipilih sebagai formula terbaik karena memiliki nilai kesukaan tertinggi pada atribut warna, rasa, dan overall serta nilai tekstur yang setara dengan F1. Penambahan puree labu kuning memberikan pengaruh nyata terhadap tingkat kesukaan warna, sedangkan atribut aroma, rasa, tekstur, dan overall tidak menunjukkan perbedaan nyata antarformula. Formula F2 memiliki kadar air sebesar 7,81%, kadar abu total 1,07%, kadar protein 12,76%, kadar lemak 1,78%, kadar karbohidrat 76,56%, dan total karoten 476,83 µg/g. Hasil analisis ekonomi menunjukkan bahwa produk memiliki HPP sebesar Rp5.032 per kemasan dengan harga jual Rp8.000 per kemasan, BEP sebesar 954 kemasan, payback period selama 11 bulan, NPV sebesar Rp324.030.018, dan IRR sebesar 98%, sehingga usaha mi oven dengan penambahan puree labu kuning dinilai layak untuk dijalankan.