Abstrak


PEMBIBITAN DAN USAHATANI TANAMAN HIAS MARIGOLD (Tagetes erecta L.) DENGAN KOMPOSISI MEDIA TANAM YANG BERBEDA


Oleh :
Herdiansyah - V4123036 - Sekolah Vokasi

Marigold (Tagetes erecta L.) merupakan tanaman hias yang memiliki nilai ekonomi dan berpotensi dikembangkan sebagai komoditas hortikultura. Salah satu faktor penting dalam pembibitan adalah penggunaan media tanam yang sesuai untuk mendukung pertumbuhan dan menghasilkan bibit berkualitas. Kegiatan tugas akhir ini bertujuan untuk mempraktikkan pembibitan tanaman hias marigold, mengetahui pertumbuhan bibit pada dua komposisi media tanam yang berbeda, serta menganalisis kelayakan usahatani pembibitan marigold. Kegiatan dilaksanakan di Desa Cilegong, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, selama 60 hari, yaitu 25 Mei 24 Juli 2026. Metode yang digunakan yaitu praktik lapang dengan membandingkan dua komposisi media tanam, yaitu Media 1 tanah:sekam:pupuk kandang (1:1:1) dan Media 2 sekam:pupuk kandang (1:1), masing-masing sebanyak 250 polybag berukuran 15×15cm. Pengamatan dilakukan secara berkala terhadap daya kecambah, tinggi tanaman, jumlah daun, dan diameter batang. Pemasaran bibit dilakukan secara langsung kepada masyarakat sekitar dan melalui Status WhatsApp. Analisis usahatani meliputi HPP, biaya total, penerimaan, keuntungan, R/C Ratio, B/C Ratio, dan Break Even Point (BEP). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa Media 1 menghasilkan pertumbuhan bibit lebih baik dibandingkan Media 2, dengan daya kecambah 88,0%, tinggi tanaman 90,5cm, jumlah daun 12 helai, dan diameter batang 9,0mm, sedangkan Media 2 menghasilkan daya kecambah 82,0%, tinggi tanaman 66,0cm, jumlah daun 12 helai, dan diameter batang 8,0mm. Bibit layak jual yang dihasilkan sebanyak 117 polybag pada Media 1 dan 126 polybag pada Media 2 dengan harga jual Rp15.000 per polybag. Total penerimaan sebesar Rp3.645.000 dan total biaya sebesar Rp1.460.729 dengan keuntungan bersih sebesar Rp2.184.271. Media 2 lebih efisien secara ekonomi dengan HPP Rp5.796,54/polybag, keuntungan Rp1.159.635,50, R/C Ratio 2,59, dan B/C Ratio 1,59, sedangkan Media 1 memiliki HPP Rp6.242,43/polybag, keuntungan Rp1.024.635,50, R/C Ratio 2,40, dan B/C Ratio 1,40. BEP produksi sebesar 48,69 polybag. Berdasarkan hasil tersebut, kedua komposisi media tanam layak diusahakan karena memiliki R/C Ratio lebih dari satu dan B/C Ratio lebih dari nol. Media 1 lebih baik dalam mendukung pertumbuhan fisik bibit, sedangkan Media 2 lebih unggul dalam efisiensi biaya dan keuntungan finansial.