Abstrak


PENGARUH BIOCHAR, SLUDGE DEWATERING DAN MIKORIZA DALAM BIOPORI TERHADAP SIFAT KIMIA TANAH PADA LAHAN KELAPA SAWIT BELUM MENGHASILKAN


Oleh :
Zaim Abid Priyo Prayoga - H0222135 - Fak. Pertanian

Kelapa sawit adalah tumbuhan dengan akar yang dangkal (akar serabut), sehingga mudah terpengaruh oleh kekurangan air. Efektivitas pemupukan dipengaruhi oleh jenis dan metode yang digunakan. Jika pupuk diberikan dengan tepat, maka unsur hara dapat diserap dengan baik oleh sistem perakaran, yang merupakan langkah yang sukses dalam pemupukan. Permasalahan yang signifikan dalam budidaya kelapa sawit adalah kedalaman akar tanaman yang terbatas, rata-rata hanya sekitar 40 cm. Penambahan bahan organik melalui penggunaan pupuk organik dengan menggunakan metode biopori dapat meningkatkan kandungan bahan organik tanah. Penelitian dilaksanakan di PT. Windu Nabatindo Lestari pada bulan April sampai September 2025. Analisis Laboratorium PT. Bumitama Gunajaya Agro dan Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktor tunggal dengan 8 perlakuan sebagai berikut : (A) sebagai kontrol (tidak diberi perlakuan), (B) Biochar, (C) Slugde Dewatering, (D) mikoriza, (E) biochar + Slugde Dewatering, (F) biochar + mikoriza, (G) Slugde Dewatering + mikoriza dan (H) biochar + Slugde Dewatering+Mikoriza Variabel yang diamati dalam penelitian ini diantaranya adalah parameter sifat kimia tanah pH, N-Total, P-Total, P-Tersedia, K-Total, K-Tersedia, C-Organik, KTK, Mg, Na, Ca, Al-dd, Fe-dd. Hasil data dianalisis secara statistik dengan menggunakan Analisis sidik ragam taraf kepercayaan 95% kemudian dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan biochar + Slugde Dewatering + Mikoriza dapat meningkatkan sifat kimia tanah pada lahan kelapa sawit belum menghasilkan.