Abstrak
Pengaruh Pemberian Kolkisin terhadap Karakter Morfologi, Anatomi, dan Sitologi Selada Romaine (Lactuca sativa var. longifolia)
Oleh :
Pramudita Septiani - M0422069 - Fak. MIPA
Selada romaine (Lactuca sativa
var. longifolia) merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi
tinggi, namun rentan terhadap hama, penyakit, dan stres lingkungan, serta
memiliki kualitas daun yang rendah. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya
produktivitas dan kestabilan hasil panen. Salah satu upaya yang dapat dilakukan
untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas adalah melalui induksi
menggunakan kolkisin, yaitu inhibitor mitosis yang menghambat pembentukan
benang spindel sehingga menyebabkan penggandaan jumlah kromosom. Penelitian ini
bertujuan mengetahui pengaruh kolkisin terhadap karakter morfologi, anatomi, dan
sitologi selada romaine. Biji selada dikecambahkan selama ±2 hari, kemudian
kecambah direndam dalam kolkisin dengan konsentrasi 0,05%, 0,1%, 0,2%, dan 0,4%
selama 6 jam, sedangkan kontrol direndam dalam aquades. Kecambah ditanam dalam
polybag berisi media tanah, arang sekam, dan pupuk kandang kambing (2:1:1) dan
dipelihara hingga umur 6 minggu. Pengamatan morfologi meliputi ujung akar,
tinggi tanaman, panjang akar, jumlah daun, dan lebar daun. Pengamatan anatomi
berupa ukuran stomata dan kerapatan stomata. Pembuatan preparat epidermis
dengan metode pengelupasan secara langsung (direct epidermal peeling). Pengamatan sitologi berupa jumlah kromosom. Pembuatan
preparat kromosom dengan metode pemencetan (squashing). Hasil penelitian
menunjukkan ujung akar mengalami browning dengan nilai tertinggi pada
perlakuan kolkisin 0,2% sebesar 30%. Kolkisin berpengaruh nyata terhadap
penghambatan pada karakter tinggi tanaman, jumlah daun, dan lebar daun, tetapi
tidak berpengaruh nyata terhadap panjang akar. Nilai tertinggi ketiga karakter
tersebut diperoleh pada kolkisin 0%, yaitu tinggi tanaman 21,6 ± 0,793 cm,
jumlah daun 9,3 helai, dan lebar daun 4,5 ± 0,642 cm. Nilai tertinggi
pada panjang akar diperoleh pada perlakuan kolkisin 0% sebesar 9,4 ± 2,200 cm.
Ukuran stomata mengalami peningkatan yang disertai dengan penurunan kerapatan
stomata. Nilai tertinggi ukuran stomata diperoleh pada kolkisin 0,4% yaitu,
panjang stomata 53,5 ± 9,740 μm, lebar stomata 32,6 ± 3,096 μm, serta
kerapatan 25,3 ± 7,128 mm-². Pengamatan sel pukul 09.00-10.00 belum
memperoleh sel yang berada pada fase metafase yang representatif untuk
pengamatan jumlah kromosom.