Abstrak
RANCANG BANGUN SISTEM DETEKSI PENYAKIT BLACK MOLD DAN POTENSI PANEN JAMUR BERBASIS INTERNET OF THINGS DAN YOLO
Oleh :
Andrian Dwi Saputra - V3923002 - Sekolah Vokasi
Sektor budidaya jamur tiram rentan terhadap ancaman patogen Black Mold (Mucor
spp.) yang dipicu oleh fluktuasi iklim mikro, khususnya suhu tinggi dan kelembapan
rendah. Pengawasan konvensional seringkali terlambat mendeteksi penyebaran
patogen sehingga menyebabkan degradasi hasil panen. Penelitian ini merancang dan
membangun sistem GrowSafe yang mengintegrasikan Internet of Things (IoT) dan
Kecerdasan Buatan (AI) untuk memantau kondisi kumbung, mendeteksi area infeksi
penyakit, memprediksi risiko, dan mengestimasi potensi panen. Sistem terdiri dari
mikrokontroler ESP32 dengan sensor DHT22 untuk akuisisi data lingkungan, model
Computer Vision YOLOv11s untuk segmentasi area infeksi Black Mold, model
Regresi Linier Polinomial (Degree 2) untuk memfusikan data visual dan sensor
menjadi persentase risiko, serta backend FastAPI yang divisualisasikan melalui
aplikasi mobile React Native. Hasil pengujian dengan skema 5-Fold Cross Validation
menunjukkan model YOLOv11s memperoleh rata-rata Precision 0,645, Recall 0,608,
dan mAP@50 0,622 (62,2%), dengan performa terbaik pada Fold 2 sebesar 65,6% nilai
ini masih berada di bawah target akurasi deteksi visual yang ideal (>80%), sehingga
menjadi salah satu batasan utama sistem. Di sisi lain, model Regresi Polinomial
berhasil memprediksi persentase risiko penyakit dengan akurasi sangat tinggi, yaitu R²
sebesar 0,9765, dan formula reduksi eksponensial pada estimasi potensi panen terbukti
selaras dengan fakta biologis di lapangan. Sistem juga berhasil mengirimkan Push
Notification peringatan dini secara proaktif. Secara keseluruhan, GrowSafe terbukti
layak sebagai instrumen smart-farming meskipun modul deteksi visualnya masih
memerlukan penyempurnaan lebih lanjut agar mencapai tingkat akurasi produksi yang
lebih andal.