Abstrak
Museum Bank Indonesia Jakarta sebagai Wisata Edukasi Sejarah
Oleh :
Meisya Rakhma Aqiila - K4422047 - Fak. KIP
Meisya Rakhma Aqiila. K4422047. Pembimbing: Dr. Musa Pelu, S.Pd., M.Pd.
MUSEUM BANK INDONESIA JAKARTA SEBAGAI WISATA EDUKASI
SEJARAH. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas
Sebelas Maret Surakarta, Juli 2026.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui sejarah berdirinya Museum Bank
Indonesia Jakarta, (2) mengetahui pengelolaan Museum Bank Indonesia Jakarta dalam
mendukung pembelajaran sejarah, dan (3) mengetahui strategi optimalisasi Museum
Bank Indonesia Jakarta sebagai destinasi wisata edukasi sejarah.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan
studi kasus. Data yang diperoleh dari observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi
pustaka. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling,
dengan memilih informan yang sesuai kebutuhan penelitian. Validitas data diuji
melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik, sedangkan analisis data
menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi kondensasi data,
penyajian data serta penarikan kesimpulan dan verifikasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Museum Bank Indonesia merupakan
salah satu museum khusus yang kini menempati bangunan bersejarah bekas kantor De
Javasche Bank sebagai bentuk pelestarian serta sebagai destinasi wisata edukasi
sejarah di kawasan Kota Tua Jakarta. Pengelolaan museum dilakukan secara
terstruktur melalui pengelolaan organisasi, koleksi, penyajian informasi dengan
dukungan media dan teknologi interaktif, serta penyelenggaraan berbagai program
museum yang mendukung pembelajaran sejarah. Adapun strategi optimalisasi yang
dilakukan melalui pengembangan program edukasi, pemanfaatan media dan teknologi
interaktif, kolaborasi dengan berbagai institusi, serta peningkatan promosi untuk
memperluas jangkauan pengunjung. Dapat disimpulkan bahwa, Museum Bank
Indonesia memiliki peran penting sebagai destinasi wisata edukasi sejarah sekaligus
sebagai sumber pembelajaran untuk publik. Oleh karena itu, pengembangan program,
inovasi media, serta perluasan kerja sama dengan berbagai pihak perlu terus
ditingkatkan agar fungsi edukatif museum dapat berjalan secara optimal.