Abstrak


JARINGAN SOSIAL DALAM INDUSTRI KERAJINAN ROTAN (Studi Kasus Desa Trangsan Gatak Sukoharjo)


Oleh :
Nasywan Nur Zacharia - K8421040 - Fak. KIP

Industri kerajinan rotan Trangsan memiliki potensi dalam pengembangan ekonomi masyarakat Desa Trangsan. Namun, dibalik itu terdapat tantangan yang membawa pasang surut pada perindustrian rotan Trangsan seperti keterbatasan akses informasi, sumber daya, kebijakan yang cenderung menghambat sehingga peran jaringan sosial sangat diperlukan disini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana jaringan sosial dibangun, dipertahankan, dan dikembangkan oleh perajin rotan desa Trangsan dalam menjalankan usaha. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Penentuan informan yang menjadi sampel penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling. Keabsahan data diuji melalui teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data dilakukan dengan analisis model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengrajin rotan di Desa Trangsan telah membentuk jaringan-jaringan sosial untuk mengembangkan industri rotan mereka sehingga para pengrajin memainkan peran sebagai broker sehingga dapat menjembatani celah struktural yang memisahkan pengrajin dengan jaringan di luar industri rotan. Jaringan sosial yang terbangun melalui proses interaksi panjang di Desa Trangsan berfungsi sebagai modal sosial kolektif yang menopang keberlangsungan industri melalui kelompok-kelompok yang diikuti oleh pengrajin rotan Trangsan. Para pengrajin rotan yang mampu memanfaatkan posisi sebagai broker yang secara langsung memberikan keuntungan dalam akses informasi dan sumber daya.