;

Abstrak


PEMELIHARAAN IN-SITU DAN EX-SITU DENGAN PEMBERIAN BETAIN SEBAGAI ANTI HEAT STRESS PADA AYAM KEDU


Oleh :
Salma Aulia Rahma - S662302001 - Fak. Peternakan

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh lokasi pemeliharaan (in-situ dan ex-situ) serta suplementasi betain terhadap performa pertumbuhan dan efisiensi pemanfaatan nutrien ayam Kedu pada kondisi heat stress. Sebanyak 240 ekor ayam Kedu umur 30 hari dipelihara selama 60 hari dengan dua perlakuan ransum, yaitu tanpa betain (0%) dan dengan betain (0,15%). Parameter yang diamati meliputi kondisi mikroklimat, bobot badan akhir, pertambahan bobot badan harian, konsumsi pakan, feed conversion ratio (FCR), serta efisiensi nutrien (FE, PER, dan EER). Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan uji Duncan. Hasil menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi yang nyata (P>0,05) antara lokasi pemeliharaan dan suplementasi betain terhadap seluruh parameter yang diamati. Lokasi pemeliharaan berpengaruh nyata (P<0>0,05) terhadap bobot badan akhir dan pertambahan bobot badan harian. Ayam yang dipelihara di dataran tinggi menunjukkan efisiensi pakan yang lebih baik dibandingkan dataran rendah. Suplementasi betain berpengaruh nyata (P<0>0,05) terhadap konsumsi pakan. Kondisi lingkungan dengan suhu dan temperature humidity index (THI) yang tinggi pada sistem ex-situ meningkatkan beban cekaman panas sehingga menurunkan efisiensi pemanfaatan nutrien. Sebaliknya, betain berperan sebagai osmoprotektan dan donor metil yang mampu meningkatkan efisiensi metabolisme dan ketahanan fisiologis ayam terhadap heat stress. Disimpulkan bahwa lingkungan pemeliharaan memengaruhi efisiensi produksi secara nyata, sedangkan suplementasi betain efektif meningkatkan performa pertumbuhan dan efisiensi pemanfaatan nutrien secara nyata pada ayam Kedu, terutama pada kondisi cekaman panas.