Abstrak


Pengaruh Proporsi Barisan Tumpangsari terhadap Keanekaragaman Serangga, Pertumbuhan, dan Hasil Kacang Hijau (Vigna radiata L.)


Oleh :
Devi Khoirun Nisa - H0722040 - Fak. Pertanian

Kacang hijau (Vigna radiata L.) merupakan salah satu tanaman pangan penting, namun produktivitasnya masih rendah akibat serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). Salah satu alternatif untuk mengatasi masalah tersebut yaitu melalui penerapan sistem tumpangsari jagung manis dan kacang hijau. Sistem tumpangsari berpotensi meningkatkan kompleksitas habitat yang mendukung keberadaan musuh alami sehingga dapat menekan populasi hama. Proporsi barisan yang berbeda dalam sistem tumpangsari dapat menciptakan kondisi pertanaman yang berbeda sehingga berpotensi memengaruhi keanekaragaman serangga serta pertumbuhan dan hasil kacang hijau. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan proporsi barisan tumpangsari jagung manis dan kacang hijau terbaik dalam meningkatkan keanekaragaman serangga serta mendukung pertumbuhan dan hasil kacang hijau. Penelitian dilaksanakan di Desa Dlimas, Ceper, Klaten, Jawa Tengah, pada bulan Oktober sampai Desember 2025. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL). Terdiri atas 3 perlakuan yaitu monokultur kacang hijau (P1), tumpangsari 1 baris jagung manis + 2 baris kacang hijau (P2), dan tumpangsari 1 baris jagung manis + 3 baris kacang hijau (P3), dengan tiga ulangan. Pengamatan meliputi aspek serangga (jenis dan populasi serangga), pertumbuhan (tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, berat brangkasan segar, dan berat brangkasan kering), serta hasil (jumlah polong per tanaman, berat polong per tanaman, jumlah biji per tanaman, berat biji per tanaman, dan berat 100 biji). Data  dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji DMRT pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tumpangsari dengan proporsi barisan 1:3 dan proporsi barisan 1:2 dapat meningkatkan keanekaragaman serangga dibandingkan sistem monokultur. Proporsi barisan tumpangsari 1:3 dapat meningkatkan pertumbuhan yaitu tinggi tanaman (46,52 cm), berat brangkasan segar (86,84 g), dan berat brangkasan kering (23,16 g), namun tidak dapat meningkatkan hasil tanaman kacang hijau.