Abstrak


Efektivitas Imbangan Controlled-Release Fertilizer (CRF) dan TSP terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit Fase Pre-Nursery di PT SMART Tbk


Oleh :
Fatiha Niswan Nabilla - H0222044 - Fak. Pertanian

Kesuburan tanah dan efisiensi pemupukan adalah faktor penting dalam mendukung pertumbuhan bibit kelapa sawit, khususnya pada fase pre-nursery yang memiliki keterbatasan media tanam. Penggunaan pupuk majemuk konvensional seringkali menyebabkan kehilangan unsur hara melalui proses pelindian (leaching), sehingga efisiensi pemupukan menjadi rendah. Oleh karena itu, pupuk Controlled Release-Fertilizer (CRF) digunakan sebagai alternatif untuk menyediakan unsur hara secara bertahap sesuai kebutuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh imbangan berbagai CRF dan TSP terhadap pertumbuhan serta kadar unsur hara bibit kelapa sawit pada fase pre-nursery. Penelitian dilaksanakan di kebun pembibitan SMART Research Institute, Libo, Riau pada bulan Mei – Agustus 2025 menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 12 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan terdiri atas Agroblen Base 4,6,dan 8 g yang dikombinasikan dengan TSP 0,75; 1,00; 1,25 g, Basacote 5,7, dan 9 g  dengan 0,50;0,75; dan 1,00 g, ANR-30 4,5, dan 6 g dengan TSP 0,75; 1,00; dan 1,25 g, Osmocote 5,7,dan 9 g. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan vegetatif (tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, dan luas daun), sifat kimia tanah (pH tanah, C-organik, dan KTK tanah), kadar unsur hara tanah (N-total, P-tersedia, P-total, K-tersedia, K-total, dan Mg-tersedia), kadar hara daun (N,P,K, dan Mg), serta kandungan hara pada air sisa leaching (N,P, K, dan Mg). Data dianalisis menggunakan ANOVA, DMRT dengan taraf 5 %, dan uji korelasi pearson untuk mengetahui keterkaitan antar parameter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian berbagai imbangan CRF dan TSP belum memberikan pengaruh nyata terhadap sebagian besar parameter pertumbuhan bibit kelapa sawit fase pre-nursery. Seluruh perlakuan imbangan CRF dan TSP memberikan respons pertumbuhan bibit kelapa sawit fase pre-nursery yang relatif setara terhadap pupuk standar perusahaan (Agroblen Base). Selain itu, aplikasi pupuk mampu memperbaiki sifat kimia tanah, mempertahankan ketersediaan unsur hara pada media tanam dan jaringan tanaman, serta mengindikasikan kemampuan dalam mengurangi kehilangan hara akibat proses leaching. Seluruh imbangan CRF dan TSP memiliki efektivitas yang relatif sama dalam mendukung pertumbuhan bibit kelapa sawit fase pre-nursery, sehingga pemilihan perlakuan dapat dipertimbangkan berdasarkan efisiensi biaya, ketersediaan pupuk, dan karakteristik pelepasan hara.