Abstrak
Pemanfaatan Agens Pengendali Hayati Trichoderma sp. dalam Menekan Serangan Penyakit Pada Tomat (Solanum lycopersicum L.)
Oleh :
Alya Septy Nur Azizah - V4123093 - Sekolah Vokasi
Tomat (Solanum lycopersicum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan permintaan pasar yang terus meningkat. Kegiatan tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui tingkat serangan penyakit, pertumbuhan, dan hasil tanaman tomat dengan pemanfaatan agens pengendali hayati Trichoderma sp., serta menganalisis usahatani dan kelayakan usahatani tomat dengan pemanfaatan Trichoderma sp. Kegiatan tugas akhir ini dilakukan di Dusun Malangan Lor, Desa Kedungsono, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah pada bulan Mei hingga Juli 2026. Tomat yang dibudayakan yaitu tomat varietas Handal F1. Serangan penyakit pada tomat menjadi faktor yang dapat menurunkan kualitas dan kuantitas hasil panen tomat. Pemanfaatan agens pengendali hayati Trichoderma sp. dapat meningkatkan kesehatan tanaman dan produktivitas secara alami. Metode yang digunakan meliputi metode eksperimen dengan tahapan budiaya, metode pengambilan data, metode pengolahan data, metode analisis data, dan metode pemasaran. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa intensitas serangan penyakit antraknosa sebesar 1,25%. Pemasaran dilakukan dengan marketing mix 4P (Product, Price, Place dan Promotion). Hasil analisis kelayakan usahatani menunjukkan bahwa keselruhan perlakuan dosis Trichoderma sp. pada tomat memeberikan hasil R/C Ratio diatas 1 dan B/C Ratio diatas 0 yang menunjukkan bahwa usahatani tersebut layak dan menguntungkan untuk dijalankan. Berdasarkan hasil kegiatan usahatani, perlakuan P2 dapat diterapkan dalam budidaya tomat karena dapat memberikan hasil produksi dan keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya. Perlakuan ini mampu meningkatkan produktivitas tanaman, menghasilkan buah dengan bobot yang lebih besar, serta memberikan penerimaan dan keuntungan usaha yang paling optimal sehingga layak untuk dikembangkan dalam skala usahatani.