Abstrak
PERKEMBANGAN KLUB SEPAK BOLA PUTRI SURAKARTA (2015-2025)
Oleh :
M. Syuhada Akbar Utomo - B0422049 - Fak. Ilmu Budaya
Klub sepak bola Putri Surakarta merupakan pelopor pembinaan
sepak bola wanita di Kota Surakarta yang lahir dari penyelenggaraan turnamen
Bengawan Cup pada tahun 2015,
sebuah inisiatif yang digagas oleh wartawan olahraga Wisnu Wibowo sebagai bentuk kampanye
untuk menghidupkan kembali sepak bola wanita
di tengah stagnasi sepak bola nasional. Penelitian ini bertujuan,
pertama untuk mengetahui sejarah dan perkembangan awal klub Putri Surakarta,
kedua untuk mengetahui sistem pelatihan yang diterapkan oleh klub Putri
Surakarta, ketiga untuk mengetahui dampak
keberadaan klub Putri
Surakarta terhadap perkembangan sepak bola Wanita di
Surakarta.Penelitian ini menggunakan metode historis yang terdiri
dari lima tahap yaitu, pemilihan topik, heuristik atau pengumpulan sumber,
verifikasi, interpretasi dan historiografi. Dalam penelitian ini pengumpulan sumber tertulis diperoleh
dari arsip pribadi dan klub, buku, artikel jurnal, skripsi serta berita
online. Sumber berupa wawancara dengan pendiri klub, owner klub, pelatih klub, dosen Fakultas Keolahragaan UNS serta
pihak Askot PSSI Surakarta.Hasil penelitian menunjukkan keberadaan Klub Putri
Surakarta memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan sepak bola wanita
di Surakarta. Klub ini berhasil meningkatkan partisipasi wanita dalam sepak bola dari
sekitar sepuluh pemain
pada awal berdirinya menjadi 120 pemain pada tahun 2025.
Selain itu, klub turut mendorong lahirnya sekolah sepak bola dan komunitas
pembinaan wanita lain di wilayah Solo Raya, seperti Samba Persada Women dan
beberapa SSB lainnya. Dari sisi prestasi, klub berhasil mencetak pemain-pemain
yang mampu menembus pemusatan latihan Tim Nasional Wanita Indonesia, di
antaranya Bunga Syifa Fadillah, Sela Seviany, Penila Medad Gedalya Arindong,
dan Fairus Khalisa Putri. Tantangan yang masih dihadapi meliputi minimnya
kompetisi sepak bola wanita yang berjalan secara berkelanjutan serta pandangan
sebagian masyarakat yang masih menganggap sepak bola sebagai olahraga maskulin.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah Klub Putri
Surakarta berkembang melalui beberapa fase. Fase perintisan, ditandai oleh pembentukan tim dari
kalangan mahasiswi UNS, latihan insidental, dan keterbatasan sumber daya. Fase
penguatan, ditandai dengan diterapkannya latihan reguler oleh Dede Irawan,
pembentukan identitas visual klub, perluasan jaringan antar-klub, serta
penerapan sistem iuran sukarela. Memasuki fase profesionalisasi, klub membentuk
badan hukum Perseroan Terbatas dan mengalihkan fokus pada pembinaan usia dini
dengan mengacu pada kurikulum Filanesia PSSI yang mencakup aspek teknik,
taktik, fisik, dan mental.