Abstrak
Cemaran Mikroplastik pada Air dan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) di Perairan Waduk Bade Klego, Boyolali, Jawa Tengah
Oleh :
Antika Wulandari - M0422014 - Fak. MIPA
Mikroplastik dapat terakumulasi di ekosistem perairan sehingga dapat menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap organisme akuatik. Waduk Bade terletak di Desa Bade, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali berpotensi mengalami pencemaran mikroplastik. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui keberadaan cemaran mikroplastik serta karakteristik mikroplastik pada air dan ikan nila di Waduk Bade Klego.Penelitian dilakukan dengan pengambilan sampel air dan ikan nila pada 3 stasiun yaitu inlet, tengah dan outlet waduk. Pengukuran data abiotik dilakukan pada setiap stasiun meliputi pH, suhu, DO, TDS dan kedalaman air. Pengujian mikroplastik didasarkan metode NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration) dan pengamatan menggunakan mikroskop stereo. Data kelimpahan mikroplastik dianalisis dengan ANOVA (Analysis of Variance) dan regresi. Karakteristik mikroplastik dianalisis secara deskriptif berdasarkan bentuk dan warnanya.Kelimpahan mikroplastik pada sampel air berkisar antara 14,8–19,3 partikel/liter, pada sampel ikan nila berkisar antara 6,8–18,8 partikel/gram. Kelimpahan mikroplastik tertinggi ditemukan di inlet yaitu 19,3 partikel/liter pada air dan 18,8 partikel/gram pada ikan nila, sedangkan kelimpahan terendah ditemukan di tengah. Kelimpahan mikroplastik pada sampel air dan ikan nila berbeda secara signifikan antar stasiun. Selain itu, terdapat adanya hubungan positif yang signifikan antara kelimpahan mikroplastik pada air dan ikan nila, yang menunjukkan bahwa peningkatan kelimpahan mikroplastik pada air diikuti oleh peningkatan kelimpahan mikroplastik pada ikan nila. Bentuk mikroplastik yang teridentifikasi di Waduk Bade terdiri dari fiber, fragmen, filamen, dan pellet. Warna yang ditemukan adalah hitam, biru, merah, hijau, transparan, cokelat, dan ungu, dengan warna hitam sebagai warna yang paling dominan.