Abstrak
Pergerakan Buruh Pabrik Gula di Surakarta Tahun 1918 - 1926
Oleh :
Dimas Muhammad Fathoni - B0420018 - Fak. Ilmu Budaya
Penelitian ini membahas
Pemogokan Buruh Pabrik Gula di Surakarta Tahun 1918–1926, yang merupakan salah
satu bentuk gerakan sosial buruh pada masa kolonial Hindia Belanda.
Perkembangan industri gula yang pesat di Surakarta tidak diiringi dengan
perbaikan kondisi kehidupan buruh. Rendahnya upah, panjangnya jam kerja,
diskriminasi rasial, serta perlakuan yang tidak adil dari pihak perusahaan
mendorong munculnya berbagai aksi pemogokan yang dipelopori oleh organisasi
buruh, terutama Personeel Fabriek Bond (PFB). Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui latar belakang terjadinya pemogokan buruh pabrik gula di
Surakarta, faktor-faktor yang mendorong lahirnya gerakan pemogokan, proses
berlangsungnya pemogokan, serta faktor-faktor yang menyebabkan kemunduran gerakan
tersebut pada tahun 1926.Penelitian ini menggunakan
metode sejarah yang meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan
historiografi. Sumber yang digunakan terdiri atas sumber primer berupa arsip,
surat kabar sezaman, majalah, dan dokumen kolonial, serta sumber sekunder
berupa buku, jurnal, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan sejarah
perburuhan dan industri gula di Indonesia.Hasil
penelitian menunjukkan bahwa pemogokan buruh pabrik gula di Surakarta
dipengaruhi oleh buruknya kondisi sosial-ekonomi buruh, ketimpangan hubungan
kerja antara buruh pribumi dan pihak perusahaan, serta berkembangnya kesadaran
berorganisasi melalui PFB yang berada di bawah pengaruh Sarekat Islam. Gerakan
pemogokan mencapai puncaknya pada awal dekade 1920-an sebagai bagian dari
gelombang pergerakan buruh di Hindia Belanda. Namun, gerakan tersebut mengalami
kemunduran akibat kegagalan pemogokan umum, melemahnya kondisi organisasi,
krisis kepemimpinan, represi pemerintah kolonial, praktik blacklist
terhadap buruh, serta perubahan kondisi ekonomi. Penelitian ini menunjukkan
bahwa pemogokan buruh pabrik gula di Surakarta tidak hanya merupakan perjuangan
ekonomi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam perkembangan sejarah gerakan
buruh dan sejarah sosial Indonesia pada masa kolonial.