;

Abstrak


ANALISIS KESANTUNAN BERBAHASA DITINJAU DARI KEDWIBAHASAAN : STUDI KASUS DALAM PEMBELAJARAN PADA MURID SD PERKOTAAN DAN PEDESAAN


Oleh :
Agung Tri Wibowo - S032508050 - Sekolah Pascasarjana

Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mendeskripsikan kesantunan berbahasa murid sekolah dasar perkotaan dan pedesaan di kecamatan Plupuh; 2) menggambarkan kesantunan berbahasa murid ditinjau dari kedwibahasaan di sekolah dasar perkotaan dan pedesaan di kecamatan Plupuh; 3) membandingkan kesantunan berbahasa murid berdasarkan jenjang kelas di sekolah dasar perkotaan dan pedesaan di kecamatan Plupuh.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan strategi studi kasus multikasus holistik, yang menganalisis data dari kepala sekolah, guru, dan murid yang diperoleh melalui teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan analisis tuturan menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña (2014), yang divalidasi melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan peer debriefing.Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) tuturan berbahasa Indonesia lebih banyak merealisasikan pematuhan terhadap prinsip kesantunan dibandingkan pelanggaran. 2) sebaliknya, dalam konteks kedwibahasaan, murid cenderung menggunakan alih kode dan campur kode pada tuturan yang tidak santun, sehingga ketidaksantunan tuturan murid banyak ditemukan pada kedua bentuk kedwibahasaan tersebut. 3) peningkatan jenjang kelas tidak berbanding lurus dengan peningkatan kesantunan berbahasa karena murid kelas V menunjukkan variasi tuturan yang lebih kompleks sehingga peluang terjadinya pelanggaran maksim lebih besar dibandingkan murid kelas III. Temuan ini memperluas kajian pragmatik mengenai kesantunan berbahasa dalam konteks pembelajaran dwibahasa di sekolah dasar serta menunjukkan bahwa karakteristik wilayah, praktik kedwibahasaan, dan perkembangan kemampuan berkomunikasi murid perlu menjadi pertimbangan dalam pengembangan pembelajaran bahasa yang berorientasi pada penguatan kompetensi pragmatik dan pembentukan karakter.