Abstrak


PENGEMBANGAN MULTIMEDIA LEARNING MODULE (MLM) BERBASIS ETNO-STEM PADA MATERI SUHU DAN KALOR TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS VII


Oleh :
Dwi Febriyanti - K4522034 - Fak. KIP

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan karakteristik Multimedia Learning Module berbasis Etno-STEM, (2) menganalisis peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa, serta (3) menganalisis respon guru dan siswa setelah menggunakan Multimedia Learning Module Berbasis Etno-STEM pada materi suhu dan kalor. Penelitian ini menggunakan mixed method dengan desain Exploratory Sequential Design (qual→QUAN) dan penekanan pada kuantitatif (QUAN emphasize). Tahap penelitian diawali dengan analisis data kualitatif untuk mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran sebagai dasar pengembangan produk. Proses pengembangan meliputi penyusunan draft outline, storyboard, dan pembuatan produk menggunakan platform Genially, serta dilanjutkan dengan uji coba terbatas untuk mengetahui efektivitasnya terhadap peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa. Sampel penelitian yaitu 34 siswa kelas VII H MTs Negeri 5 Sragen yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, angket, dan tes keterampilan berpikir kritis. Teknik analisis yang digunakan meliputi analisis kualitatif menggunakan Quirkos, validasi produk dari ahli materi dan ahli media, analisis N-Gain, uji stacking dan racking, serta analisis respon guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Multimedia Learning Module berbasis Etno-STEM yang dikembangkan memiliki beberapa karakteristik, yaitu berbentuk multimedia interaktif, user friendly, self-instructional, adaptive, berbasis Etno STEM melalui konteks pembuatan gerabah, dan dilengkapi pertanyaan terbuka untuk melatihkan keterampilan berpikir kritis siswa. Peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa ditunjukkan oleh nilai N-Gain sebesar 0,36 dengan kategori sedang, sehingga Multimedia Learning Module berbasis Etno-STEM pada materi suhu dan kalor cukup efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Peningkatan terjadi pada seluruh indikator berpikir kritis dengan nilai N Gain tertinggi pada indikator advanced clarification sebesar 0,41 dan terendah pada indikator inference sebesar 0,22. Produk yang dikembangkan dinyatakan layak digunakan dengan hasil validasi ahli materi sebesar 0,94 (sangat layak) dan ahli media 0,88 (sangat layak). Respon guru dan siswa juga menunjukkan hasil positif dengan persentase masing-masing sebesar 91,6% (sangat baik) dan 82,7% (baik).