Abstrak
Aplikasi Berbagai ZPT Alami pada Pertumbuhan Bibit Cabai Rawit (Capsicum frutescens)
Oleh :
Cintia Arum Kustanti - V4123019 - Sekolah Vokasi
Cabai rawit (Capsicum frutescens)
merupakan komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi dan permintaan
tinggi. Keberhasilan budidaya cabai rawit dipengaruhi oleh kualitas bibit,
sedangkan penggunaan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) sintetis relatif mahal. Oleh
karena itu, air kelapa dan bawang merah berpotensi digunakan sebagai alternatif ZPT alami yang lebih mudah
diperoleh dan ekonomis. Kegiatan Tugas Akhir ini bertujuan untuk mengkaji
aplikasi berbagai ZPT alami terhadap pertumbuhan bibit cabai rawit, mengkaji strategi pemasaran, serta
menganalisis usahatani pembibitan cabai rawit. Pelaksanaan kegiatan dilakukan
di Nglano, Pandeyan, Tasikmadu, Karanganyar pada April–Juni 2026. Metode yang
digunakan adalah praktik lapang dengan tiga aplikasi, yaitu kontrol menggunakan
air biasa, air kelapa, dan ekstrak bawang merah. Benih direndam selama 24 jam
sebelum disemai. Pengamatan dilakukan terhadap daya kecambah, tinggi tanaman,
dan jumlah daun, serta dilengkapi analisis pemasaran dan usahatani.Hasil menunjukkan bahwa aplikasi air
kelapa memberikan hasil paling optimal dengan daya kecambah 100%, rata-rata
tinggi tanaman 11 cm, dan jumlah daun 5 helai. Aplikasi bawang merah
menghasilkan daya kecambah 93%, tinggi tanaman 10 cm, dan jumlah daun 5 helai.
Strategi pemasaran dilakukan melalui STP dan bauran pemasaran 4P. Analisis
usahatani menunjukkan penerimaan tertinggi diperoleh pada aplikasi air kelapa
sebesar Rp 83.500 dengan keuntungan Rp 33.535 dan nilai R/C Ratio 1,6.
Dapat disimpulkan, aplikasi ZPT alami dapat
meningkatkan pertumbuhan bibit cabai rawit dibandingkan kontrol, dengan air
kelapa sebagai aplikasi yang paling optimal dan layak dikembangkan secara
ekonomi.
Kata kunci: air kelapa, bawang merah, bibit cabai
rawit, pertumbuhan, ZPT alami.