Abstrak


EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL INQUIRY TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI SELF-EFFICACY DI SMA BATIK 1 SURAKARTA


Oleh :
Andika Bagus Kurniawan - K1322013 - Fak. KIP

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika antara siswa yang memperoleh pembelajaran dengan model digital Inquiry dan direct Instruction, (2) perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika ditinjau dari tingkat self-efficacy siswa, serta (3) interaksi antara model pembelajaran dan tingkatan self-efficacy terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experimental research) dengan desain faktorial 2×3. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI SMA Batik 1 Surakarta tahun ajaran 2025/2026. Sampel penelitian diperoleh melalui teknik cluster random sampling, sehingga terpilih kelas XI-7 sebagai kelas eksperimen yang memperoleh pembelajaran dengan model Digital Inquiry dan kelas XI-5 sebagai kelas kontrol yang memperoleh pembelajaran dengan model Direct Instruction Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah matematika dan metode angket untuk mengukur self-efficacy siswa. Analisis data dilakukan menggunakan analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama setelah memenuhi uji prasyarat berupa uji normalitas dan uji homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang memperoleh pembelajaran dengan model Digital Inquiry lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran dengan model Direct Instruction; (2) terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika ditinjau dari tingkat self-efficacy, di mana siswa dengan self-efficacy tinggi memiliki kemampuan pemecahan masalah matematika yang lebih baik dibandingkan siswa dengan self-efficacy rendah; dan (3) tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dan tingkat self-efficacy terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh model pembelajaran relatif konsisten pada setiap tingkat self-efficacy, dengan kecenderungan kemampuan pemecahan masalah matematika tertinggi pada siswa dengan self-efficacy tinggi, diikuti oleh self-efficacy sedang dan rendah.