Abstrak


Nilai Kearifan Lokal lan Makna Simbolik Tradhisi Merti Desa ing Desa Banyuurip Kabupaten Purworejo lan Gayutane Tumrap Materi Ajar SMA


Oleh :
Anggita Dewi Nawang Wulan - K4221006 - Fak. KIP

ABSTRAK Anggita Dewi Nawang Wulan. K4221006. Pembimbing: Dr. Astiana Ajeng Rahadini, S.Pd., M.Pd. NILAI KEARIFAN LOKAL LAN MAKNA SIMBOLIK TRADHISI MERTI DESA ING DESA BANYUURIP, KABUPATEN PURWOREJO LAN GAYUTANE TUMRAP MATERI AJAR SMA. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret, Januari 2026.            Penelitian ini memiliki tujuan untuk (1) menjelaskan nilai kearifan lokal yang terdapat dalam tradisi Merti Desa di Desa Banyuurip, (2) menjelaskan makna simbolik yang terkandung dalam tradhisi Merti Desa di Desa Banyuurip, serta (3) menjelaskan relevansi tradhisi Merti Desa ing Desa Banyuurip dengan pembelajaran di SMA. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang melalui tahap pengumpulan data, pengolahan data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Data yang dikumpulkan berupa foto, cerita, dan wacana. Sumber data penelitian terdiri dari narasumber, peristiwa, dan dokumen. Teknik pengambilan subjek penelitian menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Untuk memperkuat data digunakan teknik triangulasi data dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukan bahwa tradhisi Merti Desa di Desa Banyuurip memiliki nilai kearifan lokal yang mencakup nilai spiritual, nilai sosial, dan nilai pelestarian lingkungan. Tradhisi Merti Desa di Desa Banyuurip memiliki makna simbolik di setiap prosesi dan ubarampenya. Berdasarkan hasil penelitian ini, tradhisi Merti Desa dapat dimanfaatkan sebagai materi ajar dalam Kurikulum Merdeka dengan capaian pembelajaran teks deskriptif kelas X SMA. Kata kunci: kearifan lokal, makna simbolik, Merti Desa, materi ajar  ABSTRACT Anggita Dewi Nawang Wulan. K4221006. Tentor: Dr. Astiana Ajeng Rahadini, S.Pd., M.Pd. NILAI KEARIFAN LOKAL LAN MAKNA SIMBOLIK TRADHISI MERTI DESA ING DESA BANYUURIP, KABUPATEN PURWOREJO LAN GAYUTANE TUMRAP MATERI AJAR SMA. Thesis, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret, Januari 2026.The aims of this study are to (1) explain the local wisdom values ​​contained in the Merti Desa tradition in Banyuurip Village, (2) explain the symbolic meaning contained in the Merti Desa tradition in Banyuurip Village, and (3) explain the relevance of the Merti Desa tradition in Banyuurip Village to learning in high school. This study is a qualitative descriptive study that goes through the stages of data collection, data processing, data presentation, and drawing conclusions. The data collected are in the form of photos, stories, and discourses. The research data sources consist of informants, events, and documents. The technique for selecting research subjects uses purposive sampling. Data collection techniques are carried out by means of observation, interviews, and document analysis. This study uses data triangulation technique and method triangulation method to strengthen the data. The results of the study show that the Merti Desa tradition in Banyuurip Village has local wisdom values ​​that include spiritual values, social values, and environmental conservation values. The Merti Desa tradition in Banyuurip Village has symbolic meaning in each procession and ubarampenya. Based on the results of this study, the Merti Desa tradition can be used as teaching material in the Independent Curriculum with the learning outcomes of descriptive texts for class X of high school. Key Word: kearifan lokal, makna simbolik, Merti Desa, materi ajar