Abstrak
Implementasi Tindak Lanjut Hasil Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) dalam Peningkatan Kualitas Layanan Pengunjung pada Perumda TSTJ
Oleh :
Faiz Zaini Subiyanto - V1623034 - Sekolah Vokasi
Perumda Taman Satwa Taru Jurug (Perumda TSTJ)
merupakan badan usaha milik daerah yang bekerja sama dengan PT Taman Safari
Indonesia dalam pengelolaan operasional kawasan wisata sehingga menghadirkan
kebun binatang dengan brand Solo Safari. Untuk mengetahui kualitas
layanan yang diberikan, Perumda TSTJ secara berkala melaksanakan Survei
Kepuasan Masyarakat (SKM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil SKM
terhadap kualitas layanan pengunjung, menganalisis implementasi tindak lanjut
hasil SKM, serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi Perumda TSTJ dalam
melaksanakan tindak lanjut tersebut.Penelitian ini menggunakan metode mixed method
dengan pendekatan deskriptif yang mengombinasikan pendekatan kuantitatif dan
kualitatif. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk menganalisis data SKM
Perumda TSTJ Tahun 2025, sedangkan pendekatan kualitatif digunakan untuk
menganalisis implementasi tindak lanjut melalui observasi, wawancara, dan
dokumentasi selama kegiatan Kuliah Magang Mahasiswa (KMM). Data penelitian
diperoleh dari data primer dan data sekunder berupa dokumen SKM, laporan
rencana dan realisasi tindak lanjut, serta dokumentasi kegiatan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai SKM Perumda
TSTJ Tahun 2025 secara umum berada pada kategori baik meskipun mengalami
fluktuasi pada setiap triwulan. Unsur sarana dan prasarana, produk layanan,
kompetensi pelaksana, waktu penyelesaian, dan perilaku pelaksana merupakan
unsur yang secara konsisten memperoleh nilai relatif rendah sehingga menjadi
prioritas perbaikan. Implementasi tindak lanjut telah dilakukan melalui
penambahan fasilitas permainan, pembangunan terminal buggy car, program breeding
satwa, kegiatan sosialisasi, penambahan petugas informasi, serta pelatihan
pegawai. Pelaksanaan tindak lanjut masih menghadapi hambatan berupa
keterbatasan jumlah petugas, keterbatasan ruang gerak buggy car, dan
belum optimalnya media edukasi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi
bahan evaluasi bagi Perumda TSTJ dan PT Taman Safari Indonesia dalam
meningkatkan kualitas layanan.