Abstrak


Efektivitas Pembelajaran STEM-PjBL berbasis 3D-Learning Terhadap Argumentasi Ilmiah Individual dan Kolaboratif Siswa SMP


Oleh :
Nazam Fauzeta Mazidah - K4522069 - Fak. KIP

Nazam Fauzeta Mazidah. K4522069. Pembimbing: Murni Ramli, S.P., M.Si., Ed.D. EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN STEM-PJBL BERBASIS 3D-LEARNING TERHADAP ARGUMENTASI ILMIAH INDIVIDUAL DAN KOLABORATIF SISWA SMP. Tugas Akhir, Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret, Juli 2026. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis efektivitas pembelajaran STEM-PjBL berbasis 3D-Learning terhadap kemampuan argumentasi ilmiah siswa SMP, (2) membandingkan efektivitas pembelajaran terhadap kemampuan argumentasi ilmiah siswa yang dilakukan secara individual dan kolaboratif, serta (3) membandingkan respons siswa terhadap pembelajaran tersebut. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan argumentasi ilmiah siswa dalam menyusun klaim, menggunakan bukti yang relevan, dan menghubungkan bukti dengan penalaran ilmiah yang logis. Penelitian ini menggunakan kuasi eksperimen dengan desain pretest-posttest. Subjek penelitian terdiri atas 54 siswa kelas IX SMP Islam Al-Hadi, yaitu kelas IX-B sebanyak 28 siswa sebagai kelas argumentasi ilmiah individual dan kelas IX-C sebanyak 26 siswa sebagai kelas argumentasi ilmiah kolaboratif. Data penelitian dikumpulkan menggunakan tes kemampuan argumentasi ilmiah berbasis Claim-Evidence-Reasoning (CER), lembar kerja, lembar observasi, angket, dan jurnal reflektif. Analisis data dilakukan menggunakan uji Paired Sample t-Test untuk menguji perbedaan kemampuan argumentasi ilmiah sebelum dan sesudah pembelajaran, analisis N-Gain untuk mengukur peningkatan kemampuan argumentasi ilmiah, uji Independent Sample t-Test dan Cohen's d untuk membandingkan kemampuan argumentasi ilmiah antara kelas individual dan kolaboratif, serta analisis deskriptif untuk mengkaji respons siswa terhadap pembelajaran. Hasil uji Paired Sample t-Test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest pada kedua kelas (p < 0,05). Analisis N-Gain menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan argumentasi ilmiah pada kelas individual mencapai 0,42 dan pada kelas kolaboratif sebesar 0,48, yang keduanya termasuk dalam kategori sedang. Hasil uji Independent Sample t-Test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelas (p = 0,012 < 0,05), sedangkan nilai Cohen's d sebesar 0,26 menunjukkan besar efek dalam kategori kecil. Respon siswa dianalisis berdasarkan hasil angket dan jurnal reflektif yang menunjukkan respons positif terhadap penerapan pembelajaran STEM-PjBL berbasis 3D-Learning. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran STEM-PjBL berbasis 3D-Learning efektif dalam meningkatkan kemampuan argumentasi ilmiah siswa SMP. Pembelajaran kolaboratif menunjukkan peningkatan kemampuan argumentasi ilmiah yang lebih tinggi dibandingkan pembelajaran individual.