Abstrak


Eksperimentasi Model Pembelajaran Search, Solve, Create, and Share (SSCS) dengan Pendekatan Deep Learning Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Ditinjau dari Self-Efficacy Peserta Didik SMP Negeri 1 Kebakkramat Tahun Ajaran 2025/2026


Oleh :
Nova Dhias Ramadhani - K1322070 - Fak. KIP

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) manakah yang menghasilkan kemampuan pemecahan masalah matematika yang lebih baik antara peserta didik yang diberikan model pembelajaran SSCS dengan pendekatan deep learning atau  model pembelajaran langsung pada materi Persamaan Linier Satu Variabel (PLSV); (2) manakah yang menghasilkan kemampuan pemecahan masalah matematika yang lebih baik antara peserta didik dengan tingkat self-efficacy tinggi, sedang, atau rendah pada materi PLSV; (3) pada masing-masing model pembelajaran, manakah yang menghasilkan kemampuan pemecahan masalah matematika lebih baik antara peserta didik dengan tingkat self-efficacy tinggi, sedang, atau rendah pada materi PLSV; (4) pada masing-masing tingkat self-efficacy, manakah yang menghasilkan kemampuan pemecahan masalah matematika yang lebih baik antara peserta didik yang diberikan model pembelajaran SSCS dengan pendekatan deep learning atau model pembelajaran langsung pada materi PLSV. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimentasi semu dengan rancangan faktorial 2×3. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Kebakkramat tahun ajaran 2025/2026 yang terdiri dari 192 peserta didik yang terbagi ke dalam enam kelas. Sampel pada penelitian ini terdiri atas dua kelas yaitu VII D sebagai kelas eksperimen yang terdiri dari 32 peserta didik dan kelas VII E sebagai kelas kontrol yang terdiri dari 32 peserta didik yang diperoleh melalui teknik cluster random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode tes untuk mengumpulkan data kemampuan pemecahan masalah matematika, serta metode angket untuk mengumpulkan data self-efficacy peserta didik. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis variansi dua jalan sel tak sama dilanjutkan uji komparasi ganda dengan metode Scheffe. Uji prasyarat analisis dalam penelitian ini meliputi uji normalitas menggunakan metode liliefors untuk memastikan populasi berdistribusi normal, serta uji homogenitas menggunakan metode Bartlett untuk memastikan populasi memiliki variansi yang homogen. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa : (1) peserta didik yang diberikan model pembelajaran Search, Solve, Create, and Share (SSCS) dengan pendekatan deep learning menghasilkan kemampuan pemecahan masalah matematika yang lebih baik daripada peserta didik diberikan model pembelajaran langsung pada materi Persamaan Linier Satu Variabel (PLSV); (2) peserta didik dengan tingkat self-efficacy tinggi memiliki kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik daripada peserta didik dengan tingkat self-efficacy sedang dan rendah. Peserta didik dengan tingkat self-efficacy sedang memiliki kemampuan pemecahan masalah masalah matematika yang lebih baik daripada peserta didik dengan tingkat self-efficacy rendah pada PLSV; (3) pada masing-masing model pembelajaran, baik model SSCS dengan pendekatan deep learning maupun model langsung,  peserta didik dengan tingkat self-efficacy tinggi memiliki kemampuan pemecahan masalah matematika yang lebih baik daripada peserta didik dengan tingkat self-efficacy sedang dan rendah, serta peserta didik dengan tingkat self-efficacy sedang memiliki kemampuan pemecahan masalah matematika yang lebih baik daripada peserta didik dengan tingkat self-efficacy rendah pada materi PLSV; (4) Pada masing-masing tingkat self-efficacy, peserta didik yang diberikan model pembelajaran SSCS dengan pendekatan deep learning menghasilkan kemampuan pemecahan masalah matematika yang lebih baik daripada peserta didik yang diberikan model pembelajaran langsung pada materi PLSV.