Abstrak


Upaya Pengelolaan Destinasi Wisata Edukasi Konservasi Berbasis Pariwisata Berkelanjutan Pada Bumi Perkemahan Pleseran


Oleh :
Sa'ad Arya Kholifah - V0223069 - Sekolah Vokasi

Bumi Perkemahan Pleseran merupakan destinasi wisata alam yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai wisata edukasi dan konservasi. Potensi tersebut didukung oleh kawasan hutan, camping ground, Telaga Asmara, serta berbagai aktivitas wisata berbasis alam. Pengelolaan destinasi perlu memperhatikan keseimbangan antara pemanfaatan kawasan, manfaat bagi masyarakat, dan kelestarian lingkungan sesuai dengan prinsip pariwisata berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya pengelolaan Bumi Perkemahan Pleseran sebagai destinasi wisata edukasi konservasi berbasis pariwisata berkelanjutan serta upaya konservasi atau pelestarian lingkungan alam yang diterapkan dalam pengelolaannya.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan kondisi pengelolaan, kegiatan wisata, serta upaya konservasi yang dilakukan di Bumi Perkemahan Pleseran.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan Bumi Perkemahan Pleseran telah dilakukan melalui penyediaan fasilitas wisata, pelayanan wisatawan, pemeliharaan kawasan, pelibatan masyarakat, dan pengembangan aktivitas wisata berbasis alam. Upaya konservasi dilakukan melalui pemeliharaan kawasan hutan dan vegetasi, reboisasi, perlindungan satwa liar, serta pengelolaan sampah. Perkembangan fasilitas wisata tetap disertai dengan upaya mempertahankan keasrian dan karakter alami kawasan. Kegiatan edukasi konservasi telah dilakukan, tetapi belum sepenuhnya dikembangkan dalam bentuk program atau paket wisata edukasi yang terstruktur.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengelolaan Bumi Perkemahan Pleseran telah mengarah pada penerapan prinsip pariwisata berkelanjutan melalui keseimbangan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Upaya konservasi telah berjalan melalui perlindungan kawasan hutan, vegetasi, satwa, dan pengelolaan sampah, tetapi masih diperlukan penguatan pada aspek edukasi konservasi, pengelolaan kebersihan, dan pengembangan kegiatan wisata edukasi agar keberlanjutan destinasi dapat diwujudkan secara lebih optimal.